Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Polling

Jenis Informasi Yang Anda Butuhkan
 
smartd
smslink
springer
Alsin
Padi
SAMPEL

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan

Download

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday431
mod_vvisit_counterYesterday578
mod_vvisit_counterThis week3570
mod_vvisit_counterThis month23975
mod_vvisit_counterAll days412249

We have: 3 guests, 5 bots online
Your IP: 54.92.178.105
 , 
Today: Jun 29, 2017
PISANG MULU BEBEK: SDG pisang andalan Maluku Utara PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Tuesday, 23 May 2017 00:00

PISANG MULU BEBEK: SDG pisang andalan Maluku Utara

Pisang Mulu Bebek (Musa sp) merupakan pisang khas Maluku Utara. Dinamakan mulu bebek karena bentuk buahnya melengkung menyerupai mulutnya bebek. Selain bentuknya yang unik, pisang ini juga banyak disajikan sebagai pisang goreng diberbagai restoran kelas atas maupun warung-warung pinggir jalan. Pisang yang setengah masak dikupas dan diiris memanjang kemudian digoreng dengan tingkat suhu minyak panas yang tertentu sampai berwarna menguning kemudian ditiriskan. Hasilnya mirip dengan keripik pisang tetapi akan terasa berbeda ketika disajikan dengan sambal colo-colo, kacang goreng, dan air guraka (Jahe).

Dalam setiap 100 gram daging buah pisang mulu bebek mengandung 70 gram air, 1,2 gram protein, 0,3 gram lipid, 27 gram karbohidrat, 400 miligram kalium,  20 miligram asam askorbat dan zat penting lainnya seperti vitamin B1,B2,B6.

Berdasarkan informasi bahwa bahwa belum ada data yang menunjukkan bahwa pisang mulu bebe terdapat di daerah lain Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pisang mulu bebe termasuk pisang yang khas yang terdapat di Maluku Utara. Pisang ini juga telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) dengan nomor register 19/PVL/2009 tanggal 16 Juni 2009 atas nama Gubernur Maluku Utara.

Dengan kekhasannya tersebut, pengembangan pisang mulu bebe untuk dijadikan komoditas unggulan khas Maluku Utara perlu dipertimbangkan karena secara umum kondisi agroekosistem di Maluku Utara sesuai untuk tanaman pisang. Dengan penyebarannya hampir di seluruh wilayah Maluku Utara, pisang Mulu bebe Hijau tergolong pisang dengan ukuran sedang dan tergolong pisang olahan (banana). Dengan ukuran diameter batang 10-11 cm, warna hijau kekuningan dan biasa menghasilkan jumlah anakan 5 buah. Dari segi produksi pisang mulu bebe menghasilkan sekitar 3 sisir/tandan dengan jumlah buah sebanyak 10 buah/sisir dan berat buah dalam satu tandan mencapai 2-3 kg. Pisang mulu bebe oleh warga penduduk Maluku Utara biasa dijadikan panganan olahan berupa pisang goreng dan disajikan dengan sambal sebagai teman minum teh dan kopi.

Last Updated on Tuesday, 23 May 2017 14:50
 
FOKUS GARAP TADAH HUJAN, BPTP MALUT KEMBANGKAN INPARI 41 PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Tuesday, 02 May 2017 14:42

FOKUS GARAP TADAH HUJAN, BPTP MALUT KEMBANGKAN INPARI 41

 

Sofifi - Peningkatan produksi padi saat ini fokus pada perluasan areal tanam di lahan-lahan sub optimum seperti pada sawah tadah hujan maupun lahan kering. Luas sawah tadah hujan di Maluku Utara sebesar 4826 ha atau sekitar 34% dari total luas sawah di Maluku Utara.  Sawah tadah hujan adalah lahan sawah yang sumber air utamanya berasal dari curah hujan. Biasanya lahan sawah tadah hujan ini IP Padinya hanya 100 artinya dalam setahun lahan ini hanya ditanami padi 1x pada musim hujan karena keterbatasan air.

Budidaya padi pada sawah tadah hujan mengalami tantangan ketidakpastian intensitas dan distribusi hujan sehingga pengairan tidak bisa dilakukan secara kontinu, kesuburan tanah rendah, dan berpotensi mengalami cekaman kekeringan pada musim kemarau serta cekaman serangan penyakit blas.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Balitbangtan telah mengembangkan beberapa varietas khusus tadah hujan, salah satunya adalah Inpari 41. Pada musim hujan periode Ok-mar 2017 ini, UPBS BPTP Malut telah menghasilkan benih sumber Inpari 41 sebanyak 3010 Kg dengan kelas benih SS (benih pokok). Jika kelas benih SS ini diperbanyak menjadi benih sebar (ES), maka bisa untuk pengembangan padi sawah tadah hujan seluas 12040 ha.

Varietas Inbrida Padi Irigasi (INPARI) 41 Tadah Hujan Agritan ini merupakan persilangan antara varietas Limboto/Towuti//Ciherang. Produktivitas rata-ratanya 5,57 ton/ha gabah kering giling (GKG) sedangkan potensi hasilnya bisa mencapai 7,83 ton/ha GKG. Varietas ini berumur genjah (114 hari), dan agak toleran terhadap kekeringan. Varietas ini juga agak tahan terhadap penyakit blas dan agak tahan penyakit hawar daun bakteri strain III, akan tetapi agak rentan terhadap hama wereng coklat dan tungro. Selain itu varietas ini juga memiliki mutu beras cukup baik, yaitu rendemen beras pecah kulit 77.8 % dan beras giling 75.60 % dengan tekstur nasi pulen.

Di musim kemarau April-September (ASEP) ini, untuk meningkatkan IP padi diharapkan Pemda bisa bersama-sama BPTP mengembangkan Inpari 41 khususnya di lahan-lahan sawah tadah hujan yang biasanya pada periode ASEP ini jarang ditanami.

 

 
JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Thursday, 27 April 2017 04:32

JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE

 

Sofifi - Jeruk Topo, yang berasal dari kelurahan Topo, Kec. Tidore, Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu potensi plasma nutfah jeruk di Indonesia. Jeruk yang berjenis keprok ini sekarang sudah terancam punah. Di habitat aslinya, jeruk Topo banyak yang terserang penyakit diplodia sehingga populasinya jauh berkurang. Penyakit ini dicirikan batang dan cabang yang terserang dan bereaksi mengeluarkan blendok yang disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae Pat. Saat ini pohon induk jerukTopo bukan lagi berada di kelurahan Topo tetapi di kelurahan sebelahnya yaitu Gurabunga.

Masyarakat Tidore membagi jeruk Topo ke dalam dua jenis, yaitu: Sabalaka Koto (Jeruk hitam) dan Sabalaka Bule (Jeruk putih), yang dibedakan berdasarkan warna batang dan daun. Di mana jenis Sabalaka Koto memiliki warna batang dan daun jauh lebih hijau tua. Namun demikian, kata Sabalaka sendiri bukan merupakan bahasa Tidore atau Ternate bahkan bahasa masyarakat asli Halmahera sekalipun. Tidak ada satu pun yang mengerti arti Sabalaka tersebut. Sabalaka juga bukan berarti Jeruk. Apabila ditanya pada penduduk yang telah berusia di atas 50 tahun tentang sejarah jeruk Topo, hamper seluruhnya menjawab bahwa mereka tidak mengetahuinya. Jawaban yang diterima tidak lebih dari pernyataan bahwa “sejak jaman kakek mereka jeruk tersebut sudah ada, dan sudah besar”. Artinya dapat diduga keberadaan jeruk Topo sudah exist sejak 5-6 generasi sebelumnya, atau sekitar 250-300 tahun yang lalu.

kata Sabalaka diduga berasal dari kata Casablanca yang berada di Maroko. Nama sebuah kota tepi pantai dan berbukit, persis sama dengan posisi Tidore saat ini. Kota Casablanca sendiri terkenal dengan berbagai jenis jeruk manis segar. Dugaan ini menjadi begitu kuat, dengan adanya bukti sejarah dimana bangsa Arab datang ke Ternate untuk berdagang rempah sekaligus menyebarkan agama Islam. Demikian pula dengan bangsa Portugis dengan misi rempahnya. Menurut cerita yang dituturkan oleh Pak lurah, jeruk Topo pernah menjadi jeruk kesukaan Presiden Soekarno dan Soeharto dan secara rutin saat berbuah dikirim ke Istana Negara di Jakarta.

Keunggulan jeruk ini terdapat beberapa buah yang seedless tetapi secara umum jumlah bijinya 8-10 bij per buah dengan bentuk buah bulat lonjong dan warna kulit buah masak orange dan warna daging buah krem kemerahan. Bobot buah per butir 200,9-250,3 gram dengan rasa manis. Produktivitas jeruk Topo bisa mencapai 50 kg/pohon.

Sejak tahun 2010 BPTP sudah melakukan eksplorasi, karakterisasi, dan bersama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Sub Tropika (Balitjestro) juga melakukan upaya konservasi secara ex situ untuk pemurnian dan produksi bibit jeruk bebas penyakit di Kebun Percobaan Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur. Saat ini jeruk Topo sudah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) Kementerian Pertanian dengan tanda daftar varietas tanaman: 233/PVL/2016.

Last Updated on Thursday, 27 April 2017 04:38
 
CENGKEH AFO, SIMBOL KEJAYAAN MALUKU UTARA PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Monday, 17 April 2017 06:58

CENGKEH AFO, SIMBOL KEJAYAAN MALUKU UTARA

SOFIFI - Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 805 pulau besar dan kecil yang tergabung dalam 10 Kabupaten/Kota, dikenal sebagai daerah asal tanaman cengkeh. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tanaman cengkeh tertua didunia yang juga dikenal sebagai cengkeh AFO yang berada di lereng gunung Gamalama, Pulau Ternate. Sejak dulu, Maluku Utara dikenal sebagai wilayah utama penghasil rempah yangsangat diminati oleh pedagang dan konsumen dari Cina,India, dan Eropa. Bahkan saat ini rempah dari Maluku Utara diminati oleh konsumen di seluruh dunia.

Sehubungan dengan peningkatan permintaan dan harga produk cengkeh yang relatif tinggi, maka Pemda Maluku Utara bersama Kemenkumham menetapkan indikasi geografis cengkeh Afo dengan nama cengkeh Moloku Kie raha dengan nomor 10/IG/VI/A/2016. Lolosnya cengkeh sebagai indikasi geografis Maluk uUtara dengan alasan bunga cengkeh kering dan minyak cengkeh yang dihasilkan Maluku Utara memiliki kekhasan citarasa dan mutu yang berbeda dari cengkeh di daerah lain. Ciri spesifik lokasi ini didasarkan pada kondisi agroekosistem dimana cengkeh Afo dibudidayakan memiliki iklim spesifik dimana bulan basah berlangsung 10 bulan dan bulan kering 2 bulan dengan curah hujan ±2418 mm/tahun dengan kondisi tanah vulkanik dengan jenis andosol yang cukup subur dengan ketinggian lokasi 750 m dpl.

Cengkeh Afo saat ini statusnya sudah terdaftar di PPVT Kementerian Pertanian dengan tanda daftar SK Menteri Pertanian nomor : 3680/Kpts/SR.120/11/2010, tanggal 12 November 2010. Produksi bunga keringnya sebesar 35,5 kg/pohon, sedangkan produksi bunga segar 103,0 kg/pohon dengan jumlah bunga/tandan 18-27 buah. Ciri spesifik lainnya adalah warna bunga muda hijau kemerahan dan warna bunga matang petik kuning kemerahan. Mutu vunga cengkeh untuk rokok kretek biasanya ditentukan oleh kandungan eugenol. Cengkeh Afo memiliki Kadar eugenol yang cukup tinggi yaitu 70,65-73,19%. Sedangkan kandungan kadar minyak atsirinya sebesar 20,14-21,99%.

 

 

 

 

 
KELAPA BIDO, SUMBERDAYA GENETIK KELAPA MASA DEPAN PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Monday, 10 April 2017 01:05

KELAPA BIDO, SUMBERDAYA GENETIK KELAPA MASA DEPAN

SOFIFI - Maluku Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi keragaman plasma nutfah kelapa. Beberapa yang sudah ternama yaitu Kelapa Dalam Takome, Igo Duku, Igo Ratu, Igo Bulan, Sabut Manis, Kelapa Kenari, Sabut Merah, Kelapa spikata, dan terakhir ditemukan adalah jenis Kelapa Bido. Jenis ini ditemukan di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai. Karakter utama dari jenis kelapa ini adalah berbatang pendek, cepat berbuah, ukuran buah besar, kandungan air banyak, dan berproduksi tinggi, Kelapa Bido juga sudah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) Kementerian Pertanian dengan tanda daftar 222/PVL/2016.

BPTP Maluku Utara bersama dengan Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) sejak tahun 2014 sudah mulai mengeksplorasi kelapa Bido sekaligus mengupayakan konservasi ex situ di kebun koleksi SDG BPTP Malut. Kelapa Bido mulai berbuah pada umur 3 tahun. Pertumbuhan batang pohon kelapa Bido agak lambat dengan tinggi rata-rata kelapa Bido pada umur 5-40 tahun adalah 1-5 m, sedangkan kelapa dalam pada umur yang sama bisa mencapai > 10 m, hal ini disebabkan karena jarak antar leaf scars (bekas pelepah daun) pada kelapa Bido sangat rapat.

Warna buah kelapa Bido adalah hijau berbentuk bulat telur dengan bobot buah utuh adalah 2,5 kg/butir. Jumlah buah per tandan 8-9 buah dengan bobot daging buah per butir adalah 534 gr dengan tingkat ketebalan daging 1,2 cm. Jumlah tandah per pohon mencapai 12-14 tandan. Selain sebagai bahan baku kopra, kelapa Bido juga enak dikonsumsi langsung sebagai kelapa muda.

Kelapa Bido memiliki harapan masa depan karena pemuliaan kelapa ke depan bertujuan untuk merakit varoetas yang batang pendek, cepat berbuah, berproduksi tinggi dan lambat menjadi tinggi untuk mempermudah panen atau penderesan nira kelapa. Sejarah kelapa Bido cukup unik. Menurut informasi dari petani, awalnya kelapa ini ditemukan hanyut ditepi pantai kemudian dicoba ditanam oleh masyarakat sekitar. Beberapa versi tentang asal tetua kelapa tersebut masih belum jelas. Ada yang mengatakan berasal dari sangihe karena nama lain kelapa ini adalah IGO SANG (Igo=kelapa, Sang = Sangihe), tetapi ada juga yang mengatakan kelapa ini berasal dari Philipina.

Jumlah populasi kelapa Bido saat ini adalah 130 pohon.  Untuk dilepas sebagai varietas unggul lokal, masih perlu waktu kurang lebih 3 tahun lagi untuk proses observasi, identifikasi, uji lokasi, produksi, produktivitas, adaptasi, ketahanan terhadap penyakit, dan uji keunggulan komparasi lainnya. Masih dibutuhkan dukungan semua stakeholder untuk mengembangkan kelapa Bido ini seperti Balai penelitian Tanaman Palma Manado membantu proses pelepasannya, Pemerintah daerah diharapkan mau membangun kebun induk sebagai sumber benih, dan BPTP Maluku Utara bersama-sama petani mengkaji dan mengembangkan teknologi budidaya dan produk turunannya.

Last Updated on Sunday, 09 April 2017 13:34
 

Info Teknologi

Materi Pelatihan Pengolahan Pascapanen

article thumbnail

1.  Resep Pembuatan sirup jeruk Bahan : -     1 kg Buah jeruk segar -     1 kg Gula pasir -     Garam secukupnya Cara membuat: -     Cuci buah jeruk segar terlebih dahul [ ... ]


Budidaya Kedelai Di Bawah Tegakan Kelapa Sebagai Salah Satu Usaha Peningkatan Pendapatan Petani di Maluku Utara

article thumbnail

Jailolo - Kelapa  merupakan  salah  satu  komoditas  unggulan di Maluku Utara. Berdasarkan data BPS tahun 2011 dari 223.341 ha areal tanaman kelapa yang ada tersebut tersebar di pulau-pulau dan s [ ... ]


Teknologi Lainnya ..

Berita

INISIASI KERJASAMA KP BACAN DENGAN STP LABUHA

INISIASI KERJASAMA KP BACAN DENGAN STP LABUHA   Bacan – Kebun Pecobaan Bacan mem...
Selengkapnya...

PENYULUH BPTP MALUT RAIH JUARA 3 LOMBA PERPUSTAKAAN

PENYULUH BPTP MALUT RAIH JUARA 3 LOMBA PERPUSTAKAAN   Ternate – Dinas Kearsipan ...
Selengkapnya...

KONSOLIDASI PERCEPATAN PROGRAM JAGUNG 2017

KONSOLIDASI PERCEPATAN PROGRAM JAGUNG 2017   Ternate – Seiring dengan penambaha...
Selengkapnya...

KOMUNIKASI SOSIAL KODIM 1505 TIDORE DENGAN TIM UPSUS MALUT

KOMUNIKASI SOSIAL UPSUS DENGAN KODIM 1505 TIDORE   Weda – Nota kesepahaman siner...
Selengkapnya...

Joomla Templates by JoomlaVision.com