Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Polling

Jenis Informasi Yang Anda Butuhkan
 
smslink
sciencedirect
e-jurnal
ayam KUB
Padi
katam

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan

Download

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday487
mod_vvisit_counterYesterday568
mod_vvisit_counterThis week2538
mod_vvisit_counterThis month11609
mod_vvisit_counterAll days362764

We have: 5 guests, 15 bots online
Your IP: 125.160.134.71
Nokia 310, 
Today: Apr 27, 2017
JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Thursday, 27 April 2017 04:32

JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE

 

Sofifi - Jeruk Topo, yang berasal dari kelurahan Topo, Kec. Tidore, Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu potensi plasma nutfah jeruk di Indonesia. Jeruk yang berjenis keprok ini sekarang sudah terancam punah. Di habitat aslinya, jeruk Topo banyak yang terserang penyakit diplodia sehingga populasinya jauh berkurang. Penyakit ini dicirikan batang dan cabang yang terserang dan bereaksi mengeluarkan blendok yang disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae Pat. Saat ini pohon induk jerukTopo bukan lagi berada di kelurahan Topo tetapi di kelurahan sebelahnya yaitu Gurabunga.

Masyarakat Tidore membagi jeruk Topo ke dalam dua jenis, yaitu: Sabalaka Koto (Jeruk hitam) dan Sabalaka Bule (Jeruk putih), yang dibedakan berdasarkan warna batang dan daun. Di mana jenis Sabalaka Koto memiliki warna batang dan daun jauh lebih hijau tua. Namun demikian, kata Sabalaka sendiri bukan merupakan bahasa Tidore atau Ternate bahkan bahasa masyarakat asli Halmahera sekalipun. Tidak ada satu pun yang mengerti arti Sabalaka tersebut. Sabalaka juga bukan berarti Jeruk. Apabila ditanya pada penduduk yang telah berusia di atas 50 tahun tentang sejarah jeruk Topo, hamper seluruhnya menjawab bahwa mereka tidak mengetahuinya. Jawaban yang diterima tidak lebih dari pernyataan bahwa “sejak jaman kakek mereka jeruk tersebut sudah ada, dan sudah besar”. Artinya dapat diduga keberadaan jeruk Topo sudah exist sejak 5-6 generasi sebelumnya, atau sekitar 250-300 tahun yang lalu.

kata Sabalaka diduga berasal dari kata Casablanca yang berada di Maroko. Nama sebuah kota tepi pantai dan berbukit, persis sama dengan posisi Tidore saat ini. Kota Casablanca sendiri terkenal dengan berbagai jenis jeruk manis segar. Dugaan ini menjadi begitu kuat, dengan adanya bukti sejarah dimana bangsa Arab datang ke Ternate untuk berdagang rempah sekaligus menyebarkan agama Islam. Demikian pula dengan bangsa Portugis dengan misi rempahnya. Menurut cerita yang dituturkan oleh Pak lurah, jeruk Topo pernah menjadi jeruk kesukaan Presiden Soekarno dan Soeharto dan secara rutin saat berbuah dikirim ke Istana Negara di Jakarta.

Keunggulan jeruk ini terdapat beberapa buah yang seedless tetapi secara umum jumlah bijinya 8-10 bij per buah dengan bentuk buah bulat lonjong dan warna kulit buah masak orange dan warna daging buah krem kemerahan. Bobot buah per butir 200,9-250,3 gram dengan rasa manis. Produktivitas jeruk Topo bisa mencapai 50 kg/pohon.

Sejak tahun 2010 BPTP sudah melakukan eksplorasi, karakterisasi, dan bersama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Sub Tropika (Balitjestro) juga melakukan upaya konservasi secara ex situ untuk pemurnian dan produksi bibit jeruk bebas penyakit di Kebun Percobaan Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur. Saat ini jeruk Topo sudah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) Kementerian Pertanian dengan tanda daftar varietas tanaman: 233/PVL/2016.

Last Updated on Thursday, 27 April 2017 04:38
 
MENGEMBALIKAN KEJAYAAN PERKEBUNAN UNTUK RAKYAT MALUT PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Tuesday, 25 April 2017 04:01

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN PERKEBUNAN UNTUK RAKYAT MALUT

 

Ternate - Maluku Utara sejak jaman dulu sudah terkenal dengan hasil perkebunannya. Bangsa eropa datang ke bumi kie raha ini khusus untuk mencari rempah-rempah seperti pala dan cengkeh. Komoditi tersebut dikenal sejak jaman Romawi, karena dibawa pedagang dari China yang melayari Kepulauan Maluku hingga daratan China. Rempah juga dibawa pedagang India dan juga disebarkan pedagang Arab di seputar mediterania. Berbagai catatan perjalanan para petualang Eropo saat itu menyebutkan nilai segenggam biji pala setara dengan segenggam emas. Karena nilai jualnya yang tinggi, komoditi pala yang dijuluki "surga dari timur" telah menjadi primadona ekonomi dan strategis dalam perdagangan di dunia di abad 15 terutama di negara-negara atlantik utara.

Sampai hari ini wilayah Maluku Utara sudah ditetapkan sebagai centre of origin tanaman pala. Begitu juga dengan cengkeh, Maluku Utara memiliki cengkeh tertua di dunia yang terkenal dengan nama cengkeh AFO yang berada di lereng gunung Gamalama di Pulau Ternate. Bahkan cengkeh AFO yang diberi nama lain cengkeh Kie Raha sudah mendapatkan Ketetapan Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkumham. Untuk menjaga keberlanjutan dan kejayaan produk rempah dan perkebunan lainnya, Pemda Maluku Utara menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan di Hotel Grand Dafam Bela Internasional, di Ternate, 25 April 2017.

Hadir pada kegiatan tersebut, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Bambang, MM beserta 4 Direkturnya yaitu direktur tanaman tahunan dan penyegar, direktur tanaman semusim dan rempah, direktur perbenihan, dan direktur perlindungan tanaman. Dalam sambutannya, dirjen perkebunan menyatakan Tujuan dari rakor ini adalah untuk melakukan sinergitas pembangunan perkebunan Prov Malut dan inventarisasi potensi dan permasalahan pembangunan perkebunan prov.malut seperti Produktivitas sebagian besar komoditi perkebunan unggulan Malut masih rendah,  produk perkebunan yg dihasilkan masih belum seragam mutu serta jumlahnya masih dalam skala kecil, dan tidak tersedia tepat waktu. Karena sebagian besar usahatani komoditas perkebunan merupakan perkebunan rakyat, maka arah pembangunan perkebunan di Maluku Utara harus ditujukan sebesa-besarnya untuk kepentingan rakyat atau petani. Perlu sinergi dari semua pihak baik Pemda, Perguruan Tinggi maupun Balitbangtan untuk mengatasi segala permasalahan di sektor perkebunan.

Dalam acara ini juga di hadiri oleh wakil bupati Halbar, Halut, Haltim, Halsel, Kepulauan sula dan Wakil walikota ternate, asisten III kab. Halteng, dan sekda Pulau Taliabu. Para pimpinan daerah diminta menyampaikan grand desain pembangunan perkebunan di wilayahnya masing-masing. Disamping itu juga hadir instansi pusat di daerah seperti BPTP Balitbangtan Malut, dan Balai Karantina Pertanian Ternate. Sedangkan komoditas yang menjadi prioritas di Malut adalah Kelapa, Cengkeh, Pala, Kakao, dan Jambu Mete.

Last Updated on Wednesday, 26 April 2017 04:37
 
SIMOTANDI untuk Monitoring Tan. Padi di Maluku Utara PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Thursday, 20 April 2017 08:46

SIMOTANDI untuk monitoring padi di Maluku Utara

SOFIFI - Berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendataan pangan terus dilakukan. Selama ini, metode perhitungan area luas tanam dan panen menggunakan metode konvensional (eye estimate). Data yang dikumpulkan oleh penyuluh disetor kepada KCD ditiap kecamatan untuk kemudian dientry oleh petugas SIM TP di dinas Pertanian Kabupaten dan ujungnya diserahkan kepada BPS sebagai data luas tambah tanam. Beberapa kelemahan sistem tersebut saat ini adalah sangat bergantung pada penyuluh untuk melaporkan luas tanam. Jika penyuluh tidak melaporkan maka BPS tidak akan ada data. Begitu juga sistem pelaporannya sangat bergantung pada jaringan sinyal telepon, sementara beberapa wilayah Maluku Utara masih belum terjangkau sinyal HP. Sehingga data yang dilaporkan tidak real time, dan belum bisa menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian secara kontinu terus berupaya menyajikan data secara real time dengan metode yang lebih scientific melalui teknologi penginderaan jauh (remote sensing). Tahap I, Balitbangtan mengembangkan standing crop menggunakan citra MODIS. Kemudian setelah di verifikasi dan validasi ternyata masih terdapat beberapa kelemahan sehingga data yang diperoleh masih belum merepresntasikan kondisi sebenarnya.

Pada tahap II ini, dilakukan pembaharuan dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat-8 yang memiliki resolusi  spasial 30m x 30m dan temporal 16 harian.  Output dari sistem ini bisa memantau (monitoring) standing crop tanaman padi pada beberapa fase pertanaman padi (fase penggenangan, tanam, vegetatif-1, vegetatif-2, maksimum vegetatif, generatif-1, generatif-2, panen dan bera). Peta dan tabel luas fase pertanaman padi hasil  analisis citra Landsat-8 di sajikan pada aplikasi berbasis webGIS dan setiap 16 harian sekali di lakukan update.

Sistem ini dinamakan SIMOTANDI yaitu Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi. SIMOTANDI ini  dapat digunakan sebagai alat bantu praktis bagi petugas lapangan untuk melakukan verifikasi data luas tanam dan panen di Maluku Utara sesuai dengan kondisi faktual lapangan.  Kelebihan SIMOTANDI adalah data relatif lebih akurat, minimalisir  personal error, transparan dan fairness dapat di-validasi oleh semua pihak. Data hasil SIMOTANDI telah diuji validitas dan kemantapan sistemnya dengan melakukan groundcek di beberapa daerah oleh Tim Pusdatin Kementan, LAPAN, dan BPS. Untuk mengakses SIMOTANDI, bisa dilakukan dengan membuka website http://sig.pertanian.go.id/ atau website versi android http://sig.pertanian.go.id/fasetanamanpadi/

Last Updated on Tuesday, 25 April 2017 07:15
 
BI dan UNIV. KHAIRUN JALIN MoU DENGAN BPTP PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Friday, 21 April 2017 08:36

BI dan Universitas Khairun Jalin MoU dengan BPTP

Ternate - Dalam rangka pengembangan teknologi pertanian spesifik lokasi mendukung peningkatan usaha sektor pertanian di Maluku Utara, Bank Indonesia menjalin kerjasama dengan BPTP-Balitbangtan Malut dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). MoU ditandatangani langsung oleh kepala BI Malut (Dwi Tugas Waluyanto) dan Kepala BPTP Malut (Dr.Ir.Bram Brahmantiyo) di aula Maitara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malut, di Kota Ternate pada hari Jumat, 21 April 2017. Tujuan dari pelaksanaan MoU ini adalah Mensinergikan sumberdaya BI dan BPTP dalam rangka pengembangan usaha pada sektor pertanian di Maluku Utara; dan Mendorong peningkatan akses usaha sektor pertanian kepada layanan perbankan.

Pada kesempatan itu juga di tandatangani Nota kesepahaman (MoU) Pengembangan Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Pembangunan Pertanian di Maluku Utara oleh Rektor Universitas Khairun Ternate (Prof. Husen Alting) dan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Dr. Haris Syahbuddin, DEA). Tujuan dari kerjasama ini adalah mempercepat diseminasi inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi kepada pengguna dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target pembangunan pertanian di Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Dwi Tugas mengatakan MoU ini bukanlah sesuatu yang baru karena BPTP dengan BI sudah bekerja sama sejak 2013 dalam mengembangkan mini feed mill untuk ayam, bawang merah dan cabai di Halbar, Halut, Haltim, dan Tidore. MoU ini merupakan perpanjangan kerjasama yang saat ini akan fokus pada pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Ternate, Pulau Tidore dan Sofifi. Sedangkan rektor Unkhair, Prof Husen Alting menegaskan bahwa universitas melalui tri dharmanya siap membantu Kementerian Pertanian mensukseskan target2x programnya salah satunya adalah jagung. Setiap tahun mahasiswa melakukan riset dan beberapa ada yang siap ditindaklanjuti.

Dr. Haris Syahbuddin, dalam paparannya menyatakan bahwa Balitbangtan menerapkan kebijakan open innovation yang berarti inovasi bisa bersumber darimana saja dan BPTP yang berada di posisi hilir siap untuk mengkaji dan mengembangkannya. Peran universitas diharapkan memberikan umpan balik dalam sistem inovasi. BPTP saat ini fokus pada komoditas prioritas nasional yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai dan sapi. Operasional dilapangan sangat membutuhkan kerjasama dengan smua stakeholder, maka MoU ini momentumnya sangat tepat, ujarnya.

Last Updated on Monday, 24 April 2017 08:52
 
Ka BB: PENELITI DAN PENYULUH HARUS MENYATU PDF Print E-mail
Berita
Written by bptpmalut   
Saturday, 22 April 2017 08:33

Ka BB: Peneliti dan Penyuluh harus menyatu

Ternate - Dinamika pembangunan pertanian saat ini menuntut seluruh komponen sistem dan subsistem Kementerian harus bekerja mengikuti ritme korporasi. Dalam berbagai hal BPTP menjadi institusi yang paling diandalkan oleh Menteri Pertanian karena posisinya yang sangat strategis di daerah. Kebijakan upaya khusus swasembada padi dan jagung menuntut BPTP berkontribusi lebih jauh, begitu juga dalam kebijakan Gertam Cabai mewajibkan BPTP bergerak lebih cepat dan tepat. Demikian disampaikan oleh Dr. Haris Syahbuddin, Kepala BBP2TP dalam temu kangen dan kunjungan kerja ke Maluku Utara, 21 April 2017.

Bertempat di Pondok Katu, Ternate, Kepala BB Pengkajian menyampaikan keterkaitan riset dan penyuluhan di hadapan seluruh staf BPTP Malut. Dalam paparannya, dia menyebutkan bahwa BPTP Maluku Utara yang berada di wilayah timur, dengan durasi waktu 2 jam lebih awal, sholat shubuh duluan, seharusnya juga mendapatkan berkah lebih awal dibanding wilayah barat. Meskipun jauh dari pusat, harapannya Malut juga memiliki daya tendang yang luar biasa, mampu menyajikan teknologi dilapangan dalam skala yang luas. Meskipun tanam padi belakangan karena mengikuti KATAM, yang penting hasilnya bisa luar biasa maka bisa dimaklumi, paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dia juga menegaskan bahwa BPTP adalah miniatur Balitbangtan. Bangunan, pekarangan, lahan, performa fisik di Kebun percobaan maupun manajemen organisasinya harus menunjukkan kebesaran Balitbangtan. Semua yang ditanam harus merepresentasikan teknologi Balitbangtan. Karena BPTP adalah hilirnya litbang, maka sifat pengkajiannya harus berorientasi produk dengan skala yang besar dan luas. Pengkajiannya harus satu paket dengan pengembangan. Oleh karena itu peneliti dan penyuluh harus menyatu, tidak terkotak-kotak, tidak ada egosentris profesi. Dalam semua kegiatan baik pengkajian maupun diseminasi harus melibatkan peneliti maupun penyuluh.

Dia juga menekankan dalam kegiatan penyuluhan dan diseminasi inovasi, indikator kinerja utamanya adalah produksi bukan lagi lembaran-lembaran leaflet maupun booklet. Penyuluh BPTP jika datang ke suatu lokasi harus membawa teknologi, baik benih maupun paket lainnya. Peneliti dan penyuluh sebagai agen pemerintah harus hadir di lapangan, harus hadir di masyarakat. Pilot programnya adalah Gertam Cabai. Benih dan bibit diberikan gratis ke masyarakat.  Rakyat bisa merasakan hadirnya Kementerian pertanian.

Tahun 2018, merupakan tahun perbenihan pangan, horti, dan perkebunan. BPTP Malut diharapkan juga menyiapkan diri baik SDM, manajemen, maupun infrastruktur pendukungnya. Ke depan, Orientasi riset adalah produk, poin, dan koin. Jangan lagi pengkajian dalam plot-plot yang kecil, tetapi rancang dengan baik agar bisa menghasilkan produk yang akan didiseminasikan, paparnya.

Kunjungan kerja kepala BB Pengkajian ini diakhiri dengan mengunjungi kantor BPTP Maluku Utara di Sofifi esok harinya, 22 April 2017. Dia menyarankan landscape kantor harus dipertahankan dan masalah sertifikat tanah harus sudah selesai tahun 2017 ini.

Last Updated on Monday, 24 April 2017 08:49
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Info Teknologi

SUKUN MALUKU UTARA : SUMBER PANGAN YANG BELUM TERGARAP

article thumbnail

Sukun (Artocarpus communis) merupakan komoditas hortikultura yang sudah dikenal dan berkembang di Maluku Utara.  Buah sukun cukup banyak mengandung karbohidrat, sehingga mempunyai potensi sebagai bah [ ... ]


BUDIDAYA UBI JALAR LOKAL BAG 2 (PERSIAPAN : Pembibitan dan Pengolahan Media Tanam)

article thumbnail

1. Penanaman Sistem tanam ubi jalar dapat dilakukan secara tunggal (monokultur) dan tumpang sari dengan kacang tanah. Cara Penanaman sebagai berikut: Penanaman ubi jalar di lahan kering bias [ ... ]


Teknologi Lainnya ..

Berita

JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE

JERUK TOPO: KEPROK MANIS DARI PULAU TIDORE   Sofifi - Jeruk Topo, yang berasal dar...
Selengkapnya...

PENAJAMAN PERLINDUNGAN SDG MALUT 2017

PENAJAMAN PERLINDUNGAN SDG MALUT 2017   Sofifi - Sebagai Provinsi kepulauan, Maluk...
Selengkapnya...

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN PERKEBUNAN UNTUK RAKYAT MALUT

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN PERKEBUNAN UNTUK RAKYAT MALUT   Ternate - Maluku Utara seja...
Selengkapnya...

SIMOTANDI untuk Monitoring Tan. Padi di Maluku Utara

SIMOTANDI untuk monitoring padi di Maluku Utara SOFIFI - Berbagai upaya untuk memper...
Selengkapnya...

Joomla Templates by JoomlaVision.com