JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Kolaborasi Riset Mendukung Kejayaan Rempah Maluku Utara

Sofifi - Seiring telah banyaknya investasi yang dikeluarkan pemerintah untuk penelitian dan pengembangan hingga saat ini maka memicu beragam pertanyaan, seberapa besar manfaat yang telah dirasakan masyarakat dari kegiatan riset yang telah dilakukan. Hal ini semakin ditegaskan dengan adanya wacana penggabungan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang ada disetiap Kementrian/Lembaga menjadi Badan Riset dan Pengembangan Nasional untuk mengoptimalkan hasil riset agar lebih mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Selain perlunya menciptakan relasi antara manfaat riset dengan terpenuhinya kebutuhan masyarakat juga diperlukan relasi antar instansi dalam pelaksanaan penelitian sehingga terjalin kolaborasi riset yang setara dan saling kontributif. Kolaborasi riset saat ini dipandang perlu mengingat begitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat lintasdisiplin dan adanya permasalahan masyarakat yang semakin komplek pada era modern ini. Melalui kolaborasi riset diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai manfaat penelitian karena masalah yang dihadapi masyarakat tidak bisa hanya diatasi dengan fokus pada satu atau beberapa disiplin ilmu saja.

BPTP-Balitbangtan Maluku Utara telah melakukan beberapa kolaborasi riset antara akademisi-peneliti-praktisi penyuluh. Pada tahun ini, dilakukan kolaborasi riset dengan Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) dalam pelaksanaan kegiatan Analisis Kebijakan “Penyusunan Roadmap Mengembalikan Kejayaan Rempah Maluku Utara”. Kolaborasi riset ini dilakukan dengan para akademisi di PPs Fakultas Pertanian UB dari bidang keilmuan sumberdaya lahan yang memiliki penguasaan metode penelitian dan atau kepemilikan data citra satelit yang berbeda. Harapannya, kolaborasi ini dapat melengkapi informasi peta potensi pewilayahan komoditas yang dimiliki oleh BPTP-Balitbangtan Malut sehingga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi teknologi pertanian yang bersifat operasional yang dibutuhkan oleh masyarakat dan instansi terkait dalam pengembangan komoditas rempah Maluku Utara.

Kegiatan kolaborasi riset dengan PPs Fakultas Pertanian UB diawali dengan survai pendahuluan dan diskusi internal bersama dengan pejabat struktural dan peneliti/penyuluh di lingkup BPTP Malut terkait dengan Kerangka Kerja Logis kegiatan Analisis Kebijakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-22 September 2018 dengan lokasi survai pendahuluan pada lokasi sentra cengkeh dan pala di Kabupaten Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan sedangkan diskusi internal dilakukan di kantor BPTP Malut. Dalam hal ini, mahasiswa atas nama Mohamad Ari Khakimuddian mewakili pihak PPs Fakultas Pertanian UB yang disupport penuh oleh Prof. Dr. Soemarno, MSi sebagai dosen pengampu mata kuliah sumberdaya lahan. Kegiatan selanjutnya adalah survai lanjutan meliputi aspek sumberdaya lahan, hama penyakit, bibit, dan sosial ekonomi masyarakat di sentra produksi pala dan cengkeh. Survey lanjutan dilakukan oleh Tim BPTP Malut dan hasil survey akan dianalisis oleh mahasiswa PPs Fakultas Pertanian UB yang bersangkutan dan didukung oleh dosen-dosen pengampu di PPs Fakultas Pertanian UB. Survey lanjutan ini dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi pertanaman dan kebutuhan petani dalam pengembangan cengkeh dan pala di tiap wilayah.

Pada tahap akhir kegiatan ini akan disosialisasikan kepada pengambil kebijakan tentang aplikasi webgis sebagai media diseminasi dalam pemanfataan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari kegiatan ini. Aplikasi webgis memberikan informasi terkait rekomendasi teknologi yang bersifat operasional terkait dengan pelaksanaan program ekstensifikasi, intensifikasi dan rehabilitasi tanaman cengkeh dan pala di Maluku Utara berbasis keberlanjutan ekologi di tiap wilayah. Dengan demikian, output dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknologi yang operasional sesuai dengan kebutuhan petani serta informasi rekomendasi kebijakan dapat tersampaikan dengan baik kepada instansi terkait sesuai kebutuhan pelaksanaan program.

Pengelolaan Ekosistem Untuk Pengendalian OPT pada KRPL Maluku Utara

 

Ternate – Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga. Targetnya KRPL bisa menghasilkan pangan yang sehat dari pekarangan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pelaku KRPL di lapangan salah satunya adalah gangguan hama dan pathogen. Biasanya, ibu-ibu rumah tangga sebagai pelaku KRPL memilih cara cepat dalam mengatasi hama dengan memakai pestisida sintetis sebagai pilihan pertama. Selain dalam jangka panjang bisa menimbulkan resistensi dan resurgensi pada hama, juga tentunya menjadi paradoks dalam memproduksi pangan sehat.

BPTP Maluku Utara melalui kegiatan sekolah lapang di kelompok KRPL Pulau Ternate dan Tidore (21-23/9/2018) berusaha merubah perilaku masyarakat dengan menawarkan konsep pengelolaan agroekosistem dalam pengendalian hama. Konsep ini merupakan komponen dalam pengendalian hama terpadu yang diterapkan dengan pengendalian ekologi.

Pengelolaan agroekosistem prinsipnya adalah menciptakan keseimbangan lingkungan melalui konservasi musuh alami dan peningkatan keragaman hayati. Teknik ini mengharuskan masyarakat untuk berhenti menggunakan atau minimal mengurangi pestisida sintetis dan pupuk anorganik di pekarangan. Beberapa langkah yang bisa diterapkan adalah meningkatkan keragaman jenis tanaman yang dibudidayakan di pekarangan termasuk budidaya refugia dengan pengaturan agronomis yang optimal. Penggunaan refugia menjadi keniscayaan sebagai upaya konservasi musuh alami baik predator dan parasitoid sebagai faktor mortalitas biotik bagi serangga hama yang berpotensi juga menjadi vektor penyakit.

Langkah berikutnya adalah menggunakan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai penyuplai unsur hara tanaman. Upaya ini juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak pemupukan kimia yang tidak berimbang. Upaya terakhir adalah introduksi pestisida botani/nabati menggunakan bahan baku lokal yang tersedia. Sifat dari pestisida nabati ini selain toksik bagi hama target tetapi juga berfungsi antifeedant dan penolak.

Harapannya, dengan aplikasi pengendalian yang ramah lingkungan akan menghasilkan produk pertanian yang bebas residu kimia yang tentunya lebih aman dan lebih sehat tanpa menurunkan produktivitas dan mutu hasil.

Upgrading Kawasan Rumah Pangan Lestari Kota Tidore Kepulauan

 

Ternate - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program Kementerian Pertanian dalam perspektif yang baru untuk mewujudkan ketahanan pangan pada level rumah tangga. Kegiatan ini sudah diinisasi BPTP Malut sejak tahun 2011 di Maluku Utara. Pada tahun 2018, KRPL menjadi ikon utama Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan. BPTP mendapat tugas dalam melakukan pendampingan melalui upgrading teknologi budidaya dan pasca panen. 

Kegiatan upgrading KRPL dalam bentuk sekolah lapang diselenggarakan oleh BPTP Maluku Utara bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore pada tanggal 21 September 2018 dikantor BPP Tidore Utara. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kadis Ketahanan Pangan Kota Tidore. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPTP Malut yang dengan segala dedikasinya telah memfasilitasi terlaksananya sekolah lapang untuk mendukung kegiatan KRPL di Kota Tidore. Beliau juga mengharapkan supaya semua pihak yang terlibat dalam kegiatan KRPL memperhatikan dan berperan aktif selama kegiatan pelatihan berlangsung sehingga ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada anggota lainnya.

Peserta yang berasal dari perwakilan 4 kelompok penerima manfaat, PPL pendamping kelompok serta pendamping Kota dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Hal ini terlihat dari sesi diskusi hangat antara peserta dengan para pemateri selama acara berlangsung.

Materi yang disampaikan oleh tim dari BPTP Malut seluruhnya ditujukan untuk mendukung keberhasilan kegiatan KRPL di Maluku Utara. Materi-materi tersebut meliputi Penanganan OPT, Teknologi Pembuatan Pesnab, Teknologi Pembuatan Biochar, Refugia, dan Pengolahan Pasca Panen. Selain penyampaian materi juga dilakukan penyerahan bibit buah naga serta buku petunjuk teknis Budidaya Aneka Tanaman Sayuran dan Pembuatan Pestisida Nabati kepada setiap kelompok.

 

Kendalikan endo parasit cacing, upaya BPTP Maluku Utara dongkrak produktivitas sapi di Wasile

 

Wasile - Endo parasit cacing merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas sapi di negara-negara tropis. Beberapa penelitian melaporkan endo parasit pada sapi meningkatkan sifat morbiditas (rawan penyakit), diare, anemia, anorexia, penurunan nafsu makan, dan penurunan produktivitas. Tingkat serangan parasit ini ditemukan sangat tinggi pada sapi yang dipelihara secara ektensif.

Kembali gencar digaungkannya swasembada daging dalam 2 tahun terakhir ini, mendorong perlunya BPTP melakukan pengkajian pengendalian endo parasit cacing sebagai upaya peningkatan produksi daging dan produktivitas sapi di Maluku Utara. Pengkajian ini dilakukan di salah satu sentra peternakan di Maluku Utara yaitu kecamatan Wasile.

Pada tanggal 18 September 2018, pada rangkaian awal pengkajian sejumlah 8 ekor dari 90 ekor yang direncanakan dikelompokan dalam 3 perlakuan yaitu control, pemberian obat cacing cair, dan obat cacing bolus. Pada tahap ini dilakukan pengambilan sampel feses awal, pemeriksaan tingkat anemia, diare dan estimasi bobot badan. Pengambilan sampel feses adalah untuk dianalisis guna mengetahui tingkat prevelensi serangan cacing. Selain itu, pemberian vitamin juga diberikan pada tahap ini.
Hasil awal dilaporkan bahwa 5 ekor sapi terindentifikasi diare dan anemia dengan nilai body condition score cenderung kurang baik.
Tahap awal akan dilakukan pada 18-21 September 2018 dengan target 90 ekor sapi.

Selanjutnya, pengamatan efektivitas pengendalian dan pengambilan sampel akan dilakukan setelah 1 bulan dan 2 bulan perlakuan.

Subcategories

Subcategories