JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

KORPRI BPTP Malut Kembali Bagikan Sembako

 

Sofifi - Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) BPTP Maluku Utara kembali menyalurkan bantuan Sembako kepada pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN), tenaga harian lepas, dan masyarakat terdampak Covid-19 di lingkungan Komplek Pertanian desa Kusu, Kec. Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Kamis (14/05/2020). Kegiatan ini Dalam rangka gerakan Solidaritas KORPRI Kementerian Pertanian Peduli COVID-19 Tahap II.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh pelaksana harian (plh) Kepala Balai, Nofyarjasri Saleh kepada 19 PPNPN BPTP dan IP2TP Bacan, 6 orang tenaga harian lepas dan 41 warga msyarakat.  Paket sembako berisi beras 5kg, minyak goreng 1 liter, gula 2 kg, teh 1 kotak, dan masker. Dalam sambutannya, Nofyarjasri saleh menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota KORPRI yang telah bersedia menyisihkan sebagian pendapatannya untuk diberikan kepada masyarakat. 

Kegiatan gerakan solidaritas kemanusiaan ini dilaksanakan untuk yang kedua kalinya, setelah pada bulan April lalu dilakukan secara serentak di unit kerja hingga unit pelaksana teknis seluruh Indonesia menyerahkan paket sembako bagi PPNPN dan masyarakat sekitar yang dianggap rentan secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19.

Musim Tanam Padi di Halmahera Timur

 

Wasile - Tanaman padi sawah MT I di Halmahera Timur (Haltim) hampir sebagian besar (95%) dipanen dengan total luas sekitar 2055 ha dengan estimasi produksi 3437 ton beras.

Hasil musyawarah Gapoktan memutuskan setelah panen, musim tanam kali ini tidak ada bera (jeda). Biasanya periode bera selama 2 bulan. Bahkan adanya berita pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi aktivitas pertanian. Haltim masih zona hijau. Ada petani yang melakukan persiapan lahan, pengolahan tanah, persemaian, hingga tanam. Bahkan untuk percepatan tanam dan efisiensi tenaga kerja, petani tidak lagi menggunakan metode pindah tanam tetapi tanam benih langsung (tabela). Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTP Balitbangtan Maluku Utara, Dr. Bram Brahmantiyo mendiseminasikan benih VUB Inpari 30, Inpari Nutrizinc, dan Ciherang kepada petani.

Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, luas baku sawah di Halmahera Timur seluas 5914 ha yang tersebar di 5 Kecamatan, hampir 75% berada di Kecamatan Wasile dan Wasile Timur.
Harga beras masih stabil, ditingkat petani 9000/Kg, ditingkat pengepul kecamatan 9500/Kg.

Selain padi, hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Pangan Kab. Haltim, Kartono, situasi pangan masih relative terkendali. Belum ditemukan adanya kenaikan harga yang memadai. Hanya harga gula pasir yang naik hingga 22 ribu – 25 ribu/kg. Bahkan harga cabai rawit mengalami penurunan hingga 35 ribu/kg.

Box dryer Solusi Pengeringan Biji Pala di Musim Hujan

 

Galela - Meningkatnya intensitas curah hujan akhir-akhir ini, membuat petani pala kesulitan melakukan pengeringan biji pala. Peneliti BPTP Malut, Dr. Ir. Muh Assagaf, MSi bersama Poktan Misi Mote desa Toweka dan Poktan Mimario desa Soasio, Kecamatan Galela, Kab. Halmahera Utara mencoba merakit mesin pengering (Box dryer). Mesin ini memiliki kapasitas 250 – 750 kg biji pala.

Sumber panas menggunakan minyak tanah, namun juga didesain sumber panasnya berasal dari biomassa seperti kayu, cangkang biji pala, maupun tempurung kelapa. Suhu ruang pengering dikontrol tidak melebihi 450 C. Waktu pengeringan sekitar 8-12 jam kontinyu dengan target kadar air mencapai 10-12 % yang ditandai dengan terlepasnya bagian kulit biji (cangkang).

Sebagai komoditas ekspor, biji pala harus memenuhi standar mutu yang berlaku. Beberapa kali ekspor biji pala ke uni eropa di tolak karena ditemukan kandungan aflatoksin yang melebihi ambang batas yaitu 15 ppb. Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh cendawan Aspergillus flavus. Cendawan atau jamur ini umumnya ditemukan pada biji pala dengan kadar air yang masih tinggi (>12%) karena proses pengeringan yang kurang baik dan terkontaminasi kotoran. Petani biasanya melakukan pengeringan menggunakan matahari selama 3 hari dengan periode pengeringan 5-6 jam per hari. Pengeringan alami ini cukup efektif dilakukan saat musim kemarau.      

Ujung Halmahera Menuju Panen

 

 

Tobelo - Menurut penuturan Jamin, ketua Poktan Ake Bido beras dari Galela Utara sudah terjual ke Loloda Utara bahkan Morotai. Padahal sebelumnya warga Tutumaluleo mengandalkan pasokan beras dari Tobelo. Saat ini di Tutumaluleo sudah ada 12 petani pekebun yang rutin menggarap sawah. Saat ini ada 9 hektar (ha) yang ditanami tiga kali dalam setahun.

Keragaan varietas yang ada pun cukup banyak mulai dari Situbagendit, Inpago 8, Inpago 9, Inpari 32, Inpari 42, dan Inpari 43. Preferensi kesukaan petani jatuh ke Inpari 42, terkait tekstur dan cita rasa nasi serta peforma pertumbuhan yang lebih baik daripada varietas yang lain.

Ditengah pandemi Covid-19 ini petani di Tutumaluleo sedang memasuki masa panen. Harga beras ditingkat petani Rp. 10.000,- dengan hasil panen per ha mencapai 1 ton setara beras.

Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, luas baku sawah di Galela Utara 23,67 ha. Apabila dioptimalkan, Galela Utara dapat menjadi lumbung berasnya ujung Halmahera.

Pada kesempatan ini (22/04) Tim Supervisi dan Pendampingan BPTP Maluku Utara turut menyerahkan masing-masing 50 kg benih Inpari 32 dan Inpari 42 serta biosilika sebanyak 30 liter guna mendukung pertanaman padi di Poktan Ake Bido

Subcategories

Subcategories