JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Petani Halmahera Utara Panen Padi Mekongga

Petani Halmahera Utara Panen Padi Mekongga

 

Mekongga masih menjadi varietas padi yang banyak diminati petani di desa Wonosari, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Panen Mekongga pada Rabu pagi ini (17/1) dilakukan di sawah Kelompok Tani Sumber Rejeki III seluas 5 hektar dengan kisaran produktivitas 6-7 ton/ha.

Menurut tim UPSUS, Putu Artana jaya, Pasiter Kodim 1508/Tobelo, sampai hari ini luas lahan yang sudah dipanen seluas 30 hektar dari 110 hektar luas lahan yang akan dipanen.  Pihaknya masih terus menugaskan Babinsa sebagai aparat teritorial untuk mengawal kegiatan panen di Wonosari, "ujarnya.

Beberapa petani menuturkan Mekongga masih banyak dipakai secara luas karena varietas ini cukup adaptif dan produktivitasnya relatif tinggi. Meskipun demikian, Peneliti hama penyakit BPTP Malut, Dr. Fredy Lala menjelaskan penanaman varietas padi yang sama secara terus-menerus tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan penurunan daya hasil/produktivitas. Apalagi benih yang digunakan merupakan hasil turunan sebelumnya (save seed). Kerugian berikutnya adalah tanaman padi menjadi lebih peka dan mudah terserang hama penyakit karena kemampuan gen ketahanan tanaman berkurang dan memicu munculnya biotipe baru hama yang sulit dikendalikan, "ujarnya.

Lebih lanjut, dia memberi saran agar petani melakukan pergiliran varietas padi pada setiap musim tanam. BPTP Balitbangtan Malut siap membantu dengan mengintroduksikan varietas unggul baru yang tidak kalah dengan Mekongga seperti Inpari 30, 32, dan 43 GSR, "pungkasnya.

Tidak hanya padi, Petani Halmahera Utara Panen Raya Jagung

 

 

 

Tobelo - Desa Wari, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara yang  terletak diujung Pulau Halmahera membuktikan diri sebagai sentra produksi Jagung Provinsi Maluku Utara.

Kamis (11/1) siang ini di lahan Kelompok Tani Sukamaju seluas 17 ha  yang dibina Kodim 1508/Tobelo dilaksanakan Panen Raya Jagung, bagian dari program penanaman 14.500 hektar Halut.  Hadir saat panen Kadis Pertanian Provinsi Maluku Utara, Dandim 1508/Tobelo, Danramil 1508-01/Tobelo, Kadis Pertanian Kabupaten Halmahera Utara, BPTP Malut dan Kelompok Petani serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Petani sangat puas atas hasil panen yang dicapai kali ini, karena jagung hibrida yang ditanam produktivitasnya mencapai 6,5 t/ha, lebih tinggi dibanding biasanya 4 t/ha.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Halmahera Utara, Valentino Leiwakabessy menyampaikan jangan takut untuk tanam jagung kembali karena pemerintah daerah menjamin hasil panen jagung dari petani.  Pemda telah membangun kerjasama dengan dua perusahan yakni Gabungan Pengusaha Pakan Ternak dan PT. Segar Indonesia, sehingga hasil panen akan dibeli dengan harga standar pemerintah. Ucapan terima kasih juga disampaikan atas kerjasamanya kepada pihak Kodim 1508/Tobelo yang telah membantu mengolah tanaman jagung sehingga saat ini kita bisa melakukan kegiatan panen raya jagung.

Kabupaten Halmahera Utara ini masih banyak lahan yang kosong dan subur, sehingga tahun 2018 Kabupaten Halmahera Utara ditargetkan seluas 25.000 hektar. Kadis Pertanian Provinsi Maluku Utara, Idham Umasangadji, menegaskan untuk mendukung kegiatan penanaman jagung, Pemerintah Provinsi telah menyiapkan benih dan Alsintannya untuk mempermudah para petani dalam melakukan budidaya. Jadi, para penyuluh tidak perlu takut dan harus siap, karena kegiatan ini dilaksanakan bukan untuk kesejateraan aparat tetapi untuk kesejahteraan seluruh petani di tiap wilayah Maluku Utara, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 1508 Tobelo, Letkol Arh Herwin Budi Saputra menambahkan kegiatan TNI saat ini bukan hanya melakukan latihan pertahanan dan keamanan, namun juga bersama tim UPSUS ikut mengawal ketahanan ekonomi dan pangan nasional. "pungkasnya.

Walau terpencil, Petani asli Pulau Mangoli Semangat Tanam Padi



 

 

SANANA - Pulau Mangoli merupakan bagian wilayah Kabupaten Kepulauan sula, Provinsi Maluku utara. Lokasinya berada di utara Pulau Sanana, Ibu Kota Kabupaten. Untuk menuju lokasi ini, harus ditempuh dengan jalur laut. Sebagaimana ciri wilayah kepulauan di Indonesia Timur, biaya transportasi yang tinggi menjadi salah satu faktor pembatas dalam distribusi saprodi maupun logistik.

Namun demikian, Sejak beberapa pekan yang lalu petani asli di pulau Mangoli tepatnya desa madapuhi trans, Kecamatan mangoli Utara mampu melakukan panen padi varietas Ciherang. Kegiatan panen seluas 3 ha di tengah hamparan 45 ha dengan produktivitas rata-rata sebesar 5,0 ton/ha merupakan rahmat Allah dan indikasi semangat petani yang tak pernah pudar. Menurut Herlina Upara, Penyuluh di lokasi tersebut, sejak ada gerakan upaya khusus, Alhamdulillah petani lokal sangat bersemangat dan hasil padi relatif meningkat meski sawah yang digunakan adalah tadah hujan dengan kondisi drainase yang kurang baik.

 Kepala Dinas Pertanian Kepulauan sula, Idris ahmad baghuna menjelaskan untuk membangun kemandirian pangan di kepulauan Sula, diperlukan dukungan semua pihak. Target saya adalah membangun pulau-pulau mandiri pangan agar kebutuhan pangan masyarakat tidak dipengaruhi oleh kondisi laut. Saat ini, jika musim ombak maka distribusi pangan antar pulau terhambat," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan apresiasi kepada Kementan yang sangat concern terhadap swasembada pangan melalui UPSUS Pajale. Harapannya, ada perbaikan jaringan irigasi di wilayah sini agar petani terus menjaga keberlanjutan budidaya padi. Kami bersama tim UPSUS akan terus mendorong petani melalui introduksi varietas unggul baru untuk meningkatkan luas tambah tanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan di Sula," imbuhnya.

Mico harvester, Rekayasa Balitbangtan, percepat panen padi di Tidore

 

 


SOFIFI - Petani di desa Mekarsari Tayawi, Kecamatan Oba, Kota Tidore kepulauan kini sudah bisa tersenyum. Sudah 2 hari ini mereka melakukan panen padi varietas Ciliwung dengan produktivitas rata-rata 5,8 ton/ha. Kegiatan panen menjadi lebih cepat dengan adanya mini combine (mico) harvester.
Di saat tenaga panen mulai terbatas, ternyata mico harvester hasil perekayasaan Balitbangtan lebih bermanfaat di desa ini.

Ketua Poktan Sidomampir, Khotib mengemukakan lahan sawah di wilayahnya memiliki petak kecil-kecil dan struktur tanahnya agak dalam sehingga mesin panen mini seperti mico harvester jauh lebih mudah dioperasikan dibandingkan mesin panen yang besar.

Hari ini dia memanen padi seluas 1,5 ha didampingi tim upsus Babinsa Kodim 1505 Tidore. Dengan mico harvester, dia hanya butuh waktu 6 jam untuk panen padi 1 hektar. Selain itu juga jauh lebih irit. Operatornya cukup 3 Orang dan kebutuhan bahan bakarnya 7 liter/ha,"Ujarnya.

Sementara itu, Bram brahmantiyo, Kepala BPTP Malut menjelaskan introduksi mico harvester memang sengaja diprioritaskan untuk wilayah sawah dengan petakan yang kecil seperti sawah di Tidore yang luasnya hanya 100 ha karena mobilisasinya lebih mudah. Selain itu, konstruksi mesin ini juga sederhana sehingga mudah dipelajari dan suku cadangnya juga mudah diperoleh, "pungkasnya.

Subcategories

Subcategories