JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

 

 

SOFIFI - Sudah beberapa hari ini petani di desa Mekarsari Tayawi, Kecamatan Oba, Kota Tidore kepulauan masih melakukan panen padi. Selasa siang ini (9/1) mereka melakukan panen padi varietas Cisantana seluas 1,5 hektar dengan produktivitas rata-rata 5,4 ton/ha. Kegiatan panen masih menggunakan mini combine (mico) harvester rekayasa Balitbangtan.
Mesin panen mini digunakan untuk mempermudah mobilitas dilahan dengan petak kecil-kecil.

Kegiatan panen dikawal juga oleh tim upsus Babinsa Kodim 1505 Tidore. Petani pemilik lahan, Abdul Majid mengemukakan panen musim ini dirinya bisa menghemat biaya panen karena ada mesin mico harvester. Biasanya untuk panen 1 hektar butuh biaya tenaga kerja 2,4 juta sedangkan jika memakai mico harvester dirinya cukup butuh bahan bakar 10-15 liter/hektar dan operator tiga Orang dengan upah 1 juta rupiah. Belum lagi saat ini tenaga kerja panen sudah mulai susah,"ujarnya.

Sementara itu, Nofyarjasri saleh, LO BPTP Malut menjelaskan luas lahan sawah di desa Mekarsari Tayawi 50 hektar, namun belum semuanya mendapatkan layanan irigasi, beberapa blok lahan masih tadah hujan. Oleh karena itu BPTP malut pada kesempatan yang lalu mengintroduksikan Inpari 41 Tadah hujan dengan potensi produktivitas yang lebih tinggi. Kedepan, pihaknya tetap terus melakukan pendampingan inovasi teknologi bersama tim upsus agar petani di Tidore tetap terjaga semangatnya menanam padi mendukung kecukupan beras di Maluku Utara, "pungkasnya.