JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

 

 


TOBELO - Petani Halmahera Utara masih terus panen padi. Setelah di desa Sangaji Jaya dan Wonosari, Rabu siang ini (10/1) panen dilakukan di desa Makarti, Kecamatan Kao Barat. Hal ini karena adanya peningkatan indeks pertanaman.

Varietas padi yang dipanen adalah Mekongga seluas 1 hektar di tengah hamparan 49 hektar dengan produktivitas rata-rata 5,9 ton/ha. Kecamatan Kao Barat merupakan lumbung padi sawah di Kabupaten Halmahera Utara. Total luas sawahnya 1830 ha, namun belum sepenuhnya diusahakan secara maksimal karena rusaknya bendungan dan terbatasnya layanan air irigasi.

Peneliti BPTP Malut, Agus hadiarto yang ikut menemani kegiatan panen menyatakan musim tanam ini petani desa Makarti juga mengalami kendala serangan virus tungro hingga menurunkan produktivitas padi. Jika kondisi optimal, satu hektar padi sawah bisa menghasilkan minimal 8 ton gabah kering panen, namun musim ini hanya 5,9 ton/ha. Meskipun demikian petani masih bersyukur bisa panen, "ujarnya.

Sementara itu, petani desa Makarti, Hadi sugito mengucapkan terima kasih kepada BPTP dan lolit tungro yang pada bulan lalu melakukan kursus singkat pengendalian virus tungro. Mengingat desanya merupakan wilayah endemis tungro, dia berharap Pemerintah bisa menginisiasi Posko Tungro sebagai upaya khusus early warning system pencegahan meluasnya serangan tungro untuk meminimalisir kejadian puso dan penurunan produksi padi, "pungkasnya.

Diakhir pertemuan, BPTP Malut memberikan benih sumber padi Green Super Rice (GSR) Inpari 42 dan 43 untuk diperbanyak dan didiseminasikan di Kao Barat.