JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Sofifi - Pada hari Selasa (8/5), BPTP Malut kedatangan Dewan Riset Daerah (DRD) Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tim yang terdiri dari Ketua DRD DIY (Ir. Bayudono, MSc), Sekretaris DRD (Dr. Achmad kasiyani, MSc) dan 2 Orang anggotanya diterima langsung oleh Kasubag TU (Nofyarjasri Saleh) dan Kasi KSPP BPTP Malut. Tujuan kunjungan meraka adalah untuk melihat lebih dekat peran BPTP dalam DRD Prov. Malut.

Sebelum kunjungan ke BPTP, rombongan DRD DIY melakukan kunjungan ke DRD Prov. Malut. Kunjungan mereka disambut oleh Kabid Balitbangda (Ir. sialana Muhammad) dan salah satu anggota DRD Malut (Chris sugihono). Hadir juga stakeholder terkait pada pertemuan ini yaitu BPBD, Dinas perikanan, Dinas Pariwisata, serta Staf Balitbangda.

Tujuan DRD DIY ke Malut adalah ingin menggali informasi dan berbagi pengalaman serta sharing pengetahuan tentang 3 hal yaitu:

  1. Langkah-langkah Pemda Malut selama ini dalam mengantisipasi dan mitigasi bencana alam. Dipihnya Maluku Utara karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki 11 jenis ancaman bencana dari total 14 jenis bencana alam. 
  2. Upaya Pemda dalam pengelolaan potensi kekayaan laut secara berkelanjutan, mengingat laut merupakan wilayah terluas dan menjadi jembatan antar pulau di Maluku Utara, dan
  3. Pengelolaan potensi wisata dan program daerah dalam pemberdayaan masyarakat sadar wisata. Pada kesempatan itu juga DRD DIY berbagi pengalaman bagaimana menarik minat wisatawan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Namun dampaknya saat ini, banyak wisatawan yang masuk ke yogya dan menimbulkan masalah baru berupa kepadatan lalu lintas di setiap hari Sabtu - Minggu yang membuat tingkat kenyamanan masyarakat menurun.

Pada kesempatan itu, juga disampaikan peran DRD Malut selama ini masih sebatas mengkonsolidasi hasil-hasil riset serta memberikan masukan kepada Gubernur terkait arah kebijakan dan agenda riset daerah yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi iptek dan sistem inovasi yang ada demi kemajuan masyarakat di Maluku Utara.