JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Ternate - Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan komoditi unggulan Kota Ternate. Hampir sebagian besar wilayah pulau Ternate dipenuhi oleh tanaman pala dan rempah lainnya seperti cengkeh, kenari, kelapa dll. Namun, sampai saat ini pala masih dikomersialisasi dalam bentuk biji dan fuli. Belum ada nilai tambah bagi petani maupun masyarakat. Beberapa stakeholder bersama Pemkot Ternate berupaya menginisiasi produk unggulan daerah yang berbasis pala. Bertempat di gedung rektorat Univ. Khairun (Unkhair) Ternate, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) tentang pengembangan klaster produk unggulan daerah (PUD) Pala antara Pemda Prov. Malut, Walikota Ternate, Rektor Unkhair, BPTP Malut, CV Myristica, dan Koperasi Seribu dinar yang merepresentasikan pebisnis dan pegiat produk olahan pala (23/10/2018).

Dalam sambutannya, Prof. Husen Alting, rektor Unkhair menyatakan kerjasama ini dalam kerangka sinergi akademisi, bisnisman, pemerintah, dan komunitas. Dalam kesempatan yang sama, Walikota Ternate, Dr. Burhan Abdurrahman, menjelaskan kerjasama ini selaras dengan ikon Ternate sebagai Kota rempah. Pemkot siap memfasilitasi dengan infrastruktur pendukung. Kepala BPTP Malut, Dr. Bram Brahmantiyo menjelaskan peneliti BPTP siap berkolaborasi mendukung terwujudnya PUD pala dengan teknologi minyak atsiri serta produk olahan lainnya. Kepala Balitbangda H. Mulyadi wowor, juga menegaskan sudah saatnya dalam pengembangan IPTEK harus bersinergi lintas stakeholder.

Minyak pala merupakan komoditi ekspor yang memiliki pasaran bagus karena permintaannya cukup tinggi di pasar internasional. Minyak pala banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri parfum, kosmetika, farmasi, makanan dan minuman, penyedap alami, juga untuk pengobatan. Dalam pengembangan minyak atsiri pala, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah yang cukup tinggi mengingat harga 1 liter minyak pala berkisar 750 ribu hingga 1 juta.  Saat ini, beberapa home industri di Kota Ternate telah memproduksi freshcare minyak pala. Perkembangan baru pemanfaatan minyak pala yaitu sebagai bahan baku aromaterapi yang bersifat menghilangkan stress karena adanya komponen myristicin. Myristicin merupakan senyawa organik yang ada dalam minyak atsiri dari daging buah pala, yang termasuk golongan aromatik ether. Rumus molekul myristicin adalah C11H12O3 dengan titik didih 276,5oC dan berat molekul 192 g/mol. 

Diakhir pertemuan, masing-masing pihak berharap Ternate sebagai Kota rempah memiliki produk unggulan daerah yang bisa dinikmati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah.