JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение


Bacan - Dalam rangka meningkatkan pengamanan dan pemanfaatan lahan serta aset yang dikelola KP Bacan secara tertib baik administrasi maupun hukum, BPTP Malut bekerjasama dengan Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementan menggelar pertemuan sosialisasi pengelolaan kawasan KP Bacan. Kegiatan ini diikuti oleh pihak kesultanan Bacan, Generasi Muda Kesultanan Bacan (Gemasuba), Kades 4 Desa sekitar KP Bacan yaitu desa Kampung Makin, Marabose, Hidayat, dan Tomori, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKSDA, dan petani serta masyarakat sekitar (25/10/2018).

Kegiatan yang digelar di Aula KP Bacan dibuka oleh Kabag Perlengkapan Biro KP Kementan, Fuadi, dan dalam sambutannya menyampaikan aset negara harus dikelola sesuai peraturan yang berlaku. Permasalahan sengketa kepemilikan lahan KP yang berujung gugatan di pengadilan tahun 2017 cukup menguras energi dan biaya kedua belah pihak, meskipun yang hasil akhirnya dimenangkan oleh Kementan. Namun curahan energi untuk masalah sengketa dirasakan cukup besar, sehingga harapannya dengan sosialisasi ini masyarakat sekitar bisa memahami dan mampu menyelesaikannya secara musyawarah saja," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, juga disampaikan materi quo vadis dan ulasan penting hubungan sejarah Kebun Percobaan Bacan dengan Kesultanan oleh Ir. Tufail Iskandar Alam, dan materi proyeksi pemanfaatan aset KP Bacan oleh Kasi KSPP BPTP Malut.

Dalam diskusi yang dipandu Kasubag TU BPTP, diketahui bahwa wilayah KP Bacan sejak tahun 1250 merupakan ulayat soanang salapang kawasan adat kesultanan Bacan. Kemudian tahun 1881-1956 dikontrak oleh Onderneming Batjan Algemene Maastchappij (BAM), kongsi dagang belanda dengan komoditi utama kopi dan kakao. Dalam kunjungan ke KP sebanyak 3x, Sultan Bacan sangat mengapresiasi revitalisasi KP dan berharap ada upaya pengembangan kopi Liberika spesifik Bacan.

Pada kesempatan yang sama, pihak BPTP membuka potensi kerjasama pemanfaatan lahan dan alsintan dengan kelompok tani sekitar KP sebagai wujud pagar sosial serta pemberdayaan masyarakat di 4 desa yang berbatasan dengan KP Bacan. Kerjasama ini juga dalam upaya mengurangi potensi penyerobotan lahan tanpa ijin dan pembalakan liar di kawasan konservasi. Harapannya, masyarakat sekitar KP Bacan memilki sense of belonging terhadap keberadaan KP serta ikut menjaga fungsi KP sebagai konservasi alam dan seumberdaya genetik baik tanaman maupun fauna.