JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Ternate - Meskipun Maluku Utara termasuk wilayah bukan sentra padi, namun perhatian Kementerian Pertanian cukup serius. Luas tambah tanam padi dipantau setiap hari oleh dirjen tanaman pangan. Oleh karena itu seluruh jajaran pertanian sampai dibawah harus bekerja all out mengamankan standing crop dan produksi padi. Dukungan pihak TNI juga masih diharapkan untuk menjaga asa dan memotivasi petani dalam menanam padi, karena sebutir beras sangat berharga bagi negara ini, demikian disampaikan Jabir Ibrahim, Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara saat membuka rapat koordinasi upaya khusus (UPSUS) pengamanan dan percepatan luas tambah tanam (LTT) padi Provinsi Maluku Utara di Hotel Emerald Ternate, 5-6 September 2019.

Untuk mencapai target LTT, menurut Jabir Ibrahim ada 3 strategi yang dilancarkan, pertama menyisir standing crop dan mencatatnya, jangan sampai ada pertanaman yang belum terpantau oelh petugas SIM TP, kedua, menyiapkan dukungan cadangan benih, pompanisasi dan sumur dangkal untuk antisipasi kekeringan, dan terakhir mendorong petani untuk mengikuti asuransi usahatani padi (AUTP), agar jika terjadi puso karena kekeringan, petani mendapatkan ganti biayanya, ujar Jabir.

Hadir dalam Rakor tersebut tim Pusat data dan sistem informasi pertanian (PUSDATIN) Kementan, Kepala BPTP Malut, Kepala dinas pertanian Kabupaten/Kota , dan Komandan KODIM 1501, 1505, 1508, 1509, dan 1510 beserta jajaran perwira seksi territorial.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara, Dr. Ir, Bram Brahmantiyo selaku penanggungjawab UPSUS Maluku Utara menjelaskan Kementan telah menyiapkan  langkah operasional dalam mengamankan LTT padi di musim kemarau ini. Memetakan potensi tanam dengan luasan minimal 100 ha, mengoptimalkan mesin traktor dan pompa di brigade alsintan, dan menyiapkan insentif bantuan operasional untuk olah lahan. Apalagi kondisi iklim masih mendukung. Laporan BMKG, disaat wilayah Jawa dan Nusa tenggara mengalami kekeringan, untuk Maluku Utara tingkat ketersediaan air bagi tanaman (water availability for crops) dalam kondisi cukup (60-80%), tutur Bram.

Ditempat yang sama, Kepala seksi territorial KOREM 152 Babullah, Letkol La Ode M. Sabarudin menyampaikan dukungan TNI dalam mendorong LTT Padi di Maluku Utara. Jajarannya hingaa saat ini masih concern mendukung tercapainya swasembada pangan di Malut. Sarannya, dalam mengejar target LTT padi bisa melalui optimasi lahan cetak sawah. Pihaknya meminta Babinsa dan penyuluh terus mendampingi petani dilapangan agar produksi beras di Malut bisa diamankan, pungkasnya.