JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Bogor – Sumber daya lahan dalam perbanyakan bibit perkebunan untuk mendukung Program BUN500 (Benih Unggul Perkebunan 500 Juta Pohon) tahun 2019-2024 dan juga bibit hortikultura sangat diperlukan. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) yang dulu dikenal dengan Kebun Percobaan (KP) adalah salah satu pilihan Ditjen Perkebunan maupun Ditjen Hortikultura untuk bisa bersinergi dengan Balitbangtan dalam mengoptimalisasi IP2TP yang tersebar di sebagian besar BPTP di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya IP2TP Bacan yang dimiliki oleh BPTP Maluku Utara.

“IP2TP Bacan memiliki luas lahan sebesar 279 ha, dan baru termanfaatkan seluas 26 ha. Masih terbuka peluang yang besar untuk pengembangan ke depan, namun keterbatasan SDM di sana juga harus menjadi perhatian bersama.” ujar Dr. Bram Brahmantiyo dalam presentasinya. Rencana pengembangan ke depan, pemanfaatan lahan akan ditata untuk Blok pembibitan tanaman perkebunan (pala, cengkeh, kopi, vanili); Blok pembibitan tanaman buah (mangga, duku, alpukat, pisang); Kebun induk pala; Perluasan kebun produksi tanaman buah; Perluasan kebun koleksi SDG tanaman perkebunan spesifik Maluku Utara (kopi, vanili, pala, cengkeh, kelapa); dan Blok display VUB tanaman pangan (PAJALE). Rencana ini juga beririsan dengan rencana pengembangan perbenihan perkebunan dan hortikultura dari Kementerian Pertanian di atas. Namun, pemilihan komoditas perbanyakan bibit perkebunan dan hortikultura di Maluku Utara khususnya harus juga mempertimbangkan ketersediaan Pohon Induk Terpilih (PIT) sebagai salah satu upaya sertifikasi bibit dan juga distribusi hasil perbanyakan bibit yang nantinya akan diproduksi, mulai dari CP/CL hingga biaya distribusi bibit yang akan dibagikan kepada masyarakat.