JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Ternate -  Berdasarkan hasil rilis BPS Provinsi Maluku Utara, produksi padi di tahun 2019 diperkirakan 37.946 ton Gabah Kering Giling (GKG). Capaian ini dihasilkan dari perkiraan luas panen sebesar 11.701 hektar atau mengalami penurunan 12,77% dibandingkan periode 2018.

Perkiraan hasil luas panen dan produksi padi ini menggunakan metode survei kerangka sampel area (KSA). Metode ini diklaim memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode sebelumnya yang menggunakan pendekatan eye estimate. KSA memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari BIG dan peta lahan baku sawah yang berasal dari Kementerian ATR/BPN. Untuk level Provinsi, margin of erornya cukup rendah. Namun untuk level Kabupaten atau Kecamatan, masih perlu penyempurnaan kembali, kata Parsad Barkah Pamungkas, Kabid statistik produksi BPS Malut saat rilis di kantor BPS Malut di Ternate (2/2/2020). Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dinas pertanian Prov. Malut, BPTP Malut, BPN, dan awak media.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan luas baku sawah Maluku Utara menurut ATR/BPN seluas 13.542 ha. Tingkat konsumsi beras penduduk Malut masih menggunakan data susenas 2017 yaitu 88 Kg/kapita/tahun. Untuk angka konversi Gabah kering panen (GKP) ke GKG adalah 80,46%. Sedangkan konversi GKG ke beras adalah 62,13%. Kab Halmahera timur masih menjadi lumbung beras dengan kontribusi 54,9%.