JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Surabaya - Dalam rangka meningkatkan maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dalam mengawal Program KOSTRATANI Kementerian Pertanian (Kementan) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian menyelenggarakan Forum Nasional SPI dengan tema Digitalisasi Pengendalian Intern Pada Kegiatan Kostratani Untuk Mewujudkan Petani Maju, Mandiri, dan Modern di Surabaya, 24-26 Februari 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari Eselon I Kementan, UPT lingkup Kementan, dan Dinas Pertanian daerah. BPTP Maluku Utara mengirimkan Kepala BPTP dan Kasi KSPP untuk menghadiri acara terebut.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Ir. Hadi Sulistyo, MSi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Inspektorat Jenderal Kementan yang disampaikan oleh Inspektur III, Bapak Fuadi, Ak. MPA. Dalam sambutannya, Fuadi menyampaikan SPI sebagai metode pencegahan terhadap potensi kegagalan pelaksanaan program Kostratani. Komando strategis pembangunan pertanian yang selanjutnya disebut Kostratan adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis Teknologi Informasi. Sedangkan Komando strategis petani yang selanjutnya disebut Kostratani adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia. Kostratan dan Kostratani diatur dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2019.

Acara selanjutnya adalah paparan dari Dr. Heri Nugraha, SE tentang Maturitas Penyelenggaraan SPIP (Tata cara penilaian dan strategi peningkatannya). Maturitas merupakan tingkat kematangan / kesempurnaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam mencapai tujuan pengendalian intern sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP (Perka BPKP No.4, 2016). Saat ini nilai SPIP Kementerian Pertanian tahun 2019 adalah level III (Terdefinisi). Tahun 2020 ditargetkan nilai maturitas SPI Kementan naik ke level IV (Terkelola dan terukur).

Pada hari kedua kegiatan ini, narasumber dari Direktorat Teknis Kementan, yaitu Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Perkebunan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Ditjen Hortikultura, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memaparkan kegiatan strategis dan titik kritis program prioritas yang mendukung program Kostratani Tahun 2020-2024, diantaranya yaitu Ditjen Tanaman Pangan dengan program Propaktani, Kostraling, Ditjen Perkebunan dengan program Grasida untuk menunjang Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) 13 komoditas perkebunan penopang PDB pertanian, Ditjen PKH dengan program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) dan Gratieks sarang burung walet, Ditjen Hortikultura dengan program Gedor Horti yaitu Gerakan Mendorong Produksi Hortikultura, dan BPPSDMP dengan program AKSI terdiri dari Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian, Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial dan program utama Kementan

Materi berikutnya adalah narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Dr. Arief Tri Hardiyanto, Ak., MBA., selaku Direktur Pengawasan Bidang Pangan, Pengelolaan Energi dan SDA, memaparkan mitigasi risiko Program Kostratan berbasis digital dan penyusunan analisis risiko Program Kostratan.

Materi terakhir adalah pemaparan oleh Inspektur Investigasi, Drs. Sotarduga Hutabarat, M.Si., Ak., mengenai Potensi Tipikor dalam Pelaksanaan Kostratani.