JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Cabai merupakan salah satu sayuran utama yang banyak ditanam petani di Indonesia. Luas areal pertanaman cabai besar mencapai 128.734 hektar dengan produksi 1.074.602 ton dan produktivitas 8,35 ton/ha (BPS 2015). Rendahnya produktivitas cabai nasional dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik, faktor biotik yang dominan ialah serangan hama dan penyakit tanaman.

Pemilihan varietas yang cocok merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh petani sebelum memulai usaha tani cabai merah. Terjadinya perbedaan hasil panen cabai yang tinggi antara wilayah satu dengan yang lainnya dikarenakan kurang tepat dalam pemilihan varietas, beberapa varietas cabai menghendaki tumbuh optimal pada lingkungan yang spesifik di samping aspek budidaya lainnya yang terabaikan.

Penggunaan varietas yang resisten terhadap hama dan penyakit sangat dianjurkan, karena selain dinilai dapat menekan biaya produksi, juga dapat mengurangi risiko dampak negatif penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Ketersediaan sumber daya genetik (SDG) cabai resisten terhadap penyakit utama seperti antraknosa masih jarang sekali digunakan. Keterbatasan varietas resisten disebabkan karena beberapa hal di antaranya tidak tersedianya SDG yang dapat dijadikan sebagai tetua, tidak didapatkan informasi mengenai pewarisan ketahanan, dan tidak diketahui kendali genetiknya.

Calon varietas H-1 memiliki keunikan warna buah muda yaitu hijau muda lebih muda dibandingkan dengan varietas pembandingnya (Cosmos, Merona, Hot Beauty, dan Batalion). Keunikan lainnya calon varietas H-1 memiliki karakter pada buahnya, yaitu berpundak sementara varietas pembandingnya tidak memiliki pundak. Calon varietas H-1 memiliki produktivitas paling tinggi, yaitu mencapai 19,7 ton/ha dengan rerata jumlah buah/tanaman mencapai 54,06 buah. Calon varietas H-1 memiliki keunikan secara morfologi dan memiliki produktivitas hasil yang tinggi maka genotipe H-1 diusulkan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul baru.

 

Sumber : Litbang.pertanian.go.id

 

Galela – Selasa 17/10/2017 bertempat di Desa simau, Tim Bptp Balitbangtan Maluku Utara bekerjasama dgn LUPH (Laboratorium Utama Pengendalian Hayati ) Fitu Ternate, melakukan Pelatihan Cara Pembuatan serta Aplikasi Trichoderma sebagai agen antagonis pengendalian penyakit buah pala dan Perangkap lalat buah dalam kegiatan pendampingan kawasan perkebunan berbasis pala. Pelatihan dihadiri oleh perwakilan 5 kelompok kelompok tani Ds Mandiri Organik dan petugas pendaping dari desa mandiri organik dan penyuluh Kecamatan kec. Galela.

PENGUMUMAN

Nomor:  299/PL.020/H.12.30/10/2017

Tanggal 03 September 2017

Pengadaan Konstruksi Bangunan

Pembangunan Kandang Penelitian Sapi

TA. 2017

BPTP Maluku Utara akan mengadakan Pengadaan Konstruksi Bangunan Kandang Penelitian Sapi TA. 2017 dengan keterangan sebagai berikut:

 

  1. Kategori                                 :  Pekerjaan Konsultansi
  2. Metode pengadaan                  : Seleksi Sederhana
  3. Metode kualifikasi                   :  Pasca kualifikasi
  4. Metode dokumen                    :  Satu Sampul
  5. Metode evaluasi                      :  Sistem Nilai
  6. Nilai PAGU                              :  Rp. 13.000.000,-

(Tiga belas juta rupiah)

  1. Nilai HPS                                :  Rp. 13.000.000,-

(Tiga belas juta rupiah)

  1. Sumber pendanaan                : Bank Dunia

 

Adapun keterangan lain terkait lelang dapat diakses melalui www.lpse.pertanian.go.id

 

 

 

Tim Pokja Unit Layanan Pengadaan

 

 

PENGUMUMAN

Nomor:  298/PL.020/H.12.30/10/2017

Tanggal 03 September 2017

Pengadaan Konstruksi Bangunan

Pembangunan Kandang Penelitian Sapi

TA. 2017

BPTP Maluku Utara akan mengadakan Pengadaan Konstruksi Bangunan Kandang Penelitian Sapi TA. 2017 dengan keterangan sebagai berikut:

 

  1. Kategori                                :  Pekerjaan Konstruksi
  2. Metode pengadaan                 : Pemilihan Langsung
  3. Metode kualifikasi                  :  Pasca kualifikasi
  4. Metode dokumen                   :  Satu File
  5. Metode evaluasi                     :  Sistem Gugur
  6. Nilai PAGU                             :  Rp. 200.000.000,-

(Dua ratus juta rupiah)

  1. Nilai HPS                                :  Rp. 200.000.000,-

(Dua ratus juta rupiah)

  1. Sumber pendanaan                : Bank Dunia

 

Adapun keterangan lain terkait lelang dapat diakses melalui www.lpse.pertanian.go.id

 

 

 

Tim Pokja Unit Layanan Pengadaan

 

 


Morotai Timur, 15 September 2017.  Dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani dalam hal budidaya Padi ladang, BPTP Balitbangtan Maluku Utara mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani Padi Ladang di Pulau Morotai. Acara yang bertempat di BPP kecamatan Morotai Timur dihadiri oleh Kabid Tanaman Pangan, Kasie Tanaman Pangan, penyuluh kec. Morotai timur, petani dari 15 desa kecamatan Morotai Timur dan tim BPTP Maluku Utara.

Acara dibuka oleh Kabid Tanaman Pangan, hortikultura dan penyuluhan Distan Kab.Pulau Morotai,Bapak Efendy Sibua,  dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPTP Balitbangtan Maluku Utara atas program peningkatan kapasitas petani khususnya lahan kering. Beliau mengajak masyarakat petani di Kec. Morotai Timur membentu berperan aktif dalam mensukseskan program ini karena betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat yang sebagian besar bercocok tanam padi ladang, semoga kedepannya kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 64 orang petani ladang yang merupakan perwakilan dari 15 desa di kecamatan Morotai Timur, materi yang disampaikan diantaranya Pengendalian Organisme hama penyakit oleh Dr. Fredy Lala dan teknologi budidaya padi ladang oleh Himawan Bayu Aji ,SP. Dalam sesi Tanya jawab para petani menanyakan penjelasan lebih detail tentang musuh alami, teknik pengolahan tanah serta perlakuan benih sebelum dilakukan penanaman.

Di akhir acara para peserta melakukan ramah tamah dan foto bersama dengan tim BPTP Balitbangtan Maluku Utara serta penyuluh kecamatan Morotai Timur.