JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SUKU TOGUTIL PUN MAU BELAJAR BERTANI

Wasile –Togutil merupakan nama suku pedalaman di bumi Halmahera. Dalam bahasa lokal Togutil artinya primitif dan terbelakang, karena masyarakat suku ini nomaden, tinggal di dalam hutan dan tidak mau berbaur dengan masyarakat umum. Sebaran masyarakat suku ini sebagian besar berada di areal Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Terkadang karena desakan kebutuhan pangan, beberapa orang Togutil keluar hutan menuju perkampungan masyarakat untuk mencari makanan.

Berdasarkan hasil pemantauan, Kehidupan orang Togutil sesungguhnya cukup bersahaja. Mereka memiliki kearifan lokal dalam mengelola hutan. Mereka hidup dengan memanfaatkan pohon sagu, berburu babi hutan dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai, dan ada pula yang berkebun dengan menanam pisang, kasbi (ubikayu), maupun batata (ubi jalar). Namun karena hidupnya berpindah-pindah, maka kebun yang mereka usahakan tidak dikelola secara intensif. Saat ini, beberapa rumah tangga suku Togutil sudah ada yang mau berbaur membangun pemukiman di desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kab. Halmahera Timur.

Dalam perspektif Pemerintah, sesungguhnya orang Togutil adalah pagar sosial yang membentengi hutan dari pembalakan liar. Upaya pemberdayaan masyarakat Togutil ditujukan agar mereka memiliki ketrampilan dalam budidaya pertanian secara menetap tetapi secara tidak langsung mengurangi potensi mereka untuk membuka kebun di Hutan. Oleh karena itu, Balai TNAL bekerjasama dengan penyuluh BPTP Malut melakukan pelatihan dan pendampingan kepada suku Togutil mengenai teknik budidaya sayuran seperti bawang merah, cabai, terong dan tomat dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada di sekitar pemukiman mereka.  Dengan adanya aktifitas ini diharapkan menjadi bekal orang Togutil untuk mencukupi kehidupan keluarganya.