JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SECERCAH HARAPAN UNTUK JAGUNG DI HALMAHERA BARAT

Jailolo – Pengembangan jagung 20 ribu hektar di Halmahera Barat sedikit demi sedikit menunjukkan secercah harapan. Tak kurang 4 ha areal jagung di desa Goal Kecamatan Sahu Timur yang ditanam lebih awal akhirnya bisa dipanen. Meskipun dalam cekaman curah hujan yang tinggi, tanaman jagung masih menunjukkan performa yang baik. Awalnya banyak yang meragukan, Halmahera Barat tidak akan mampu mengembangkan jagung seluas itu. Meski potensi lahan dibawah tegakan kelapa tersedia tetapi jumlah petani terbatas. Belum lagi kendala ternak sapi masyarakat yang dilepas sehingga menjadi hama baru jagung. Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, punya strategi baru dalam pengembangan jagung ini. Dia melibatkan seluruh jajarannya baik SKPD maupun Camat, Kepala desa, babinsa untuk turun ke lahan.

Contoh di kecamatan Sahu Timur, dengan target tanam jagung 1288 ha yang tersebar di 18 desa, Bupati menugaskan 4 SKPD yaitu Badan Kepegawaian Daerah, Dinas catatan sipil, ULP, dan Dinas Ketahanan Pangan yang masing2x bertanggung jawab di 4-5 desa. Pola seperti inilah yang bisa mempercepat realisasi tanam. Saat ini sudah 300 ha lebih lahan di Sahu Timur tertanami jagung.

Panen yang dilakukan bulan Juni kemarin menunjukkan bukti bahwa petani bersama Pemda cukup serius mengurus jagung. Bahkan Dirjen Tanaman Pangan juga membantu 1 unit dryer untuk pengeringan sebagai antisipasi curah hujan yang tinggi di bulan Juli ini. Sekarang tinggal masalah pemasaran. Hasil panen kemarin karena jumlahnya terbatas, langsung dibeli oleh pengusaha ayam petelur di Halbar dengan harga Rp 4000/kg. Harga segitu termasuk tinggi untuk ukuran pedagang. Karena HPP jagung sudah ditetapkan berkisar Rp 2500 – 3150 per Kg. PT Seger Agro Nusantara yang telah berkomitmen membeli jagung petani juga belum berani turun jika jumlah panennya sedikit. Meskipun ada juga peternak rakyat di Halbar dan Ternate yang butuh jagung tetapi konsumen utama jagung adalah produsen pakan unggas yang berada di Jawa Timur. Untuk transportasi ke Jawa, jumlah jagung yang dikirim harus besar minimal 1 kapal penuh agar biaya transport bisa ditekan.

Ke depan, harus dipikirkan juga pengembangan silo / gudang disentra produksi sehingga jagung selesai dipanen bisa segera diprosesing dan disimpan di silo-silo. Maka pola kemitraan petani-pedagang menjadi kata kuncinya agar petani mendapat jaminan kepastian pasar dan harga jual sehingga petani terus bergairah bertanam jagung.