JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bisnis bibit padi menggunakan Jarwo Transplanter

 

Kao Barat - Bertanam padi sawah di Kao Barat sekarang lebih mudah. Sudah ada penyedia jasa pembibitan sekaligus tanam menggunakan alat tanam jajar legowo (Jarwo Transplanter). Petani tinggal order mau tanam varietas apa dan tanggal berapa. Penyedia jasa itu tak lain adalah Hadi Sugito, petani mitra BPTP dalam program mandiri benih, yang ikut transmigrasi ke Maluku Utara tahun 2009. Dulu, memasuki musim tanam, petani saling berebut regu tanam. Syukur-syukur bisa dapat giliran pertama. Bahkan supaya cepat dibantu, sang istri juga harus ikut “royong” (kerja bakti) tanam padi sampai sebulan tidak selesai-selesai, tuturnya. Karena di desa Makarti, tempat dia tinggal, memiliki lahan sawah seluas 400 ha.

Kalau cara konvensional, petani harus sebar benih di persemaian, kemudian ketika mau tanam harus ada upah “ndaut” (cabut bibit). Ketika tanam, harus ada orang yang “nggaris” (membuat jarak tanam) baru kemudian tim regu tanam yang terdiri dari ibu-ibu bisa beraksi untuk menanam padi. Sekarang,  petani pemilik lahan tidak perlu lakukan itu semua karena Hadi sugito sudah bisa menyelesaikan, mulai dari semai hingga tanam. Petani pemilik lahan tinggal melakukan pemeliharaan saja. Dua pihak sama-sama untung. Dengan cara biasa, untuk persemaian hingga tanam membutuhkan biaya 2,5 jt, sedangkan biaya semai dapog hingga tanam butuh 2,3 jt. Lebih irit 200rb dan petani memperoleh bibit yang sudah tumbuh bukan lagi benih dengan potensi tumbuh. Keuntungan lainnya, Hadi sugito menyediakan benih bermutu dari varietas unggul. Sejak tahun 2015 hingga kini, dia bermitra dengan BPTP Malut mengembangkan desa mandiri benih. Sudah banyak varietas dia produksi seperti Inpari 6, 22, 26, 27, 28, 30, 31, 32, 41, Mekongga, Situbagendit, Inpara 2, 6, 7, dan Inpago 9. Harapannya, BPTP masih mau memperkenalkan varietas-varietas baru yang memiliki ketahanan terhadap OPT di Kao Barat seperti kepinding tanah, wereng, dan virus tungro.

Dalam persemaian dapog, bahan yang dibutuhkan adalah media semai. Untuk itu, dia harus beli tanah hasil letusan gunung Dukono Tobelo. Tanah yang kaya abu vulkanik tersebut dihargai 800rb per dump truck. Dengan media yang kaya nutrisi, pertumbuhan bibit padi bisa lebih cepat dan serempak. Pada umur 20 hss, bibit di persemaian dapog siap ditanam sesuai permintaan petani. Keuntungan bisnis bibit padi ini juga cukup lumayan, bisa mencapai 830rb per hektar setelah dikurangi biaya tenaga kerja, operasional transplanter, dan biaya benih. Ke depan bisnis ini bisa direplikasi didaerah-daerah yang sawahnya luas tetapi memiliki keterbatasan regu tanam seperti di Cemara Jaya-Wasile, Gane Timur, maupun Wairoro.