JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Sektor Pertanian di Maluku Utara merupakan sektor yang memegang peranan penting sebagai penggerak perekonomian, karena memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi yaitu sebesar 37,67 %, kemudian disusul sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 22,36 %. Selain itu, sebagian besar penduduk Maluku Utara bekerja di sektor pertanian, yaitu sebesar 64,03%. Karakteristik rumah tangga petani terbesar berada di sektor perkebunan, yaitu sebesar 31,77% (BPS Maluku Utara, 2005). Namun demikian, angka kemiskinan di Maluku Utara mencapai 81.143 rumah tangga atau 29.95% dari keseluruhan rumah tangga yang ada. Sebagain besar rumah tangga miskin tinggal di daerah perdesaan (89.20%), dengan sumber penghasilan utama dari sektor pertanian (90.17% dari RT miskin), khususnya subsektor perkebunan (75.69%) kemudian diikuti oleh subsektor tanaman pangan, yaitu sebesar 11.48% (BPS, 2006).

Sektor pertanian memiliki peran untuk mencapai kondisi ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani untuk pengentasan kemiskinan, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pembangunan pertanian merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, memantapkan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Di Maluku Utara, sasaran pembangunan pertanian ditetapkan berdasarkan program revitalisasi pertanian, yaitu program peningkatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, dan peningkatan kesejahteraan petani. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah berkembangnya usaha di sektor hulu usahatani (on farm), hilir (agroindustri) dan usaha penunjang lainnya, meningkatnya pertumbuhan PDRB sektor pertanian, meningkatnya ekspor produk pertanian segar maupun olahan, meningkatnya kapasitas dan posisi tawar petani, semakin kokohnya kelembagaan petani, meningkatnya akses petani terhadap sumberdaya produktif; dan meningkatnya pendapatan petani.