JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyimpanan benih padi pada umumnya adalah bertujuan untuk mempertahankan viabilitas benih sampai benih tersebut siap untuk ditanam kembali. Terkadang benih padi yang sudah disimpan cukup lama akan menurun viabilitasnya jika ditanam kembali sehingga akan merugikan produsen bahkan juga konsumen jika benih tersebut tetap dipasarkan. Salah satu cara untuk meningkatkan viabilitas benih yang sudah disimpan lama adalah melalui teknik invigorasi. Meskipun secara individu benih, jika sudah terjadi deteriorasi sifatnya adalah irreversible atau tidak dapat kembali lagi, tetapi karena yang diberi perlakuan adalah lot benih maka peningkatan kembali vigor benih dimungkinkan untuk dilakukan.

Salah satu teknik invigorasi adalah matriconditioning, yaitu perlakuan hidrasi benih sebelum tanam yang dikembangkan untuk memperbaiki perkecambahan. Khan dkk mendefinisikan matriconditioning sebagai hidrasi terkontrol oleh media carrier lembab dengan gaya matrix untuk menyerap dan menahan air tinggi sehingga dapat mengendalikan proses imbibisi benih. Perlakuan matriconditioning dengan media carrier padat dan lembab dapat meningkatkan daya berkecambah, pertumbuhan dan produksi beberapa jenis tanaman.

Perlakuan Matriconditioning pada benih pada adalah sebagai berikut: benih padi dicampur dengan bubuk arang sekam yang sudah diayak dengan ukuran 0,5 mesh dan air dengan perbandingan antara benih : media : air adalah 1 : 0,8 : 1,2. Bubuk arang sekam dan air diaduk rata, kemudian benih dimasukkan dan diaduk kembali sampai seluruh permukaan benih diselimuti media carrier. Kemudian gelas labu ditutup dengan plastic bening yang telah diberi beberapa lubang. Matriconditioning dilakukan pada suhu 20-220 C dan RH 70-80% selama 30 jam (satu jam sebelum radikula muncul). Benih hasil perlakuan matriconditioning dibersihkan dan siap dikecambahkan. Benih yang diberi perlakuan matriconditioning umumnya masih memiliki daya berkecambah, jika benih sudah mati maka teknik invigorasi dengan matriconditioning tidak menunjukkan hasil yang nyata. Mekanisme terjadinya invigorasi ini dapat didekati melalui proses imbibisi yang terkontrol melalui media carrier padat seperti bubuk arang sekam. Dengan adanya perbedaan tekanan potensial matrik maka laju imbibisi benih menjadi rendah. Kemudian hal ini member kesempatan proses respirasi yang tidak terlalu cepat tetapi lebih terkonsolidasi. Kemudian juga dimungkinkan terjadinya reparasi maupun replikasi DNA, peningkatan RNA dan sintesis protein untuk peningkatan ketersediaan energi/ATP sehingga dapat menghasilkan kecambah normal.

Hasil penelitian menunjukkan benih padi dengan umur simpan 24 bulan mampu ditingkatkan daya berkecambahnya hingga 200%, sedangkan benih dengan umur simpan 12 bulan dapat ditingkatkan hingga 50%. Sementara sesuai peraturan perbenihan, masa kadaluarsa benih padi adalah 6 bulan dan bias diperpanjang hingga 9 bulan. Setelah itu benih padi harus segera ditanam dan tidak bias disimpan lagi.