JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jailolo - Kelapa  merupakan  salah  satu  komoditas  unggulan di Maluku Utara. Berdasarkan data BPS tahun 2011 dari 223.341 ha areal tanaman kelapa yang ada tersebut tersebar di pulau-pulau dan sebagian besar terdapat di pulau Halmahera seluas 102.141 ha. Lahan di antara tanaman kelapa tidak dimanfaatkan, bahkan jarang dibersihkan sehingga banyak ditumbuhi semak belukar. Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah atau pendapatan petani kelapa adalah dengan menanam tanaman sela. Kehadiran tanaman sela berpengaruh terhadap penambahan jumlah bunga betina dan jumlah buah kelapa tiap pohon. Produksi tanaman kelapa cenderung meningkat apabila di bawahnya ditanami tanaman sela yang dikelola dengan baik. Jenis tanaman sela yang prospektif dan mempunyai arti strategis diusahakan di antara tanaman kelapa antara lain adalah kedelai. Pengembangan kedelai di lahan kering di Maluku Utara dapat dilakukan dengan peningkatan intensifikasi melalui pengaturan pola tanam (inter cropping) antara kelapa dan kedelai, sehingga diharapkan menjadi suatu cara baru untuk mendukung swasembada kedelai di Maluku Utara.

Tahapan Budidaya Kedelai di bawah Tegakan Kelapa dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Pemilihan bibit unggul

Varietas unggul baru, yang berdaya hasil tinggi, tahan hama dan penyakit dan toleran deraan lingkungan. Varietas unggul kedelai antara lain: Wilis, Dering dan Tanggamus.

2. Penanaman

a. Penanaman dilakukan dengan tugal dengan kedalaman 2-3 cm. Jarak tanam 40 cm x 10-15 cm, 2 atau 3 biji/lubang. Semakin subur tanah, jarak tanam dianjurkan lebih lebar (40 x 30 cm).

b. Penanaman kedelai pada lahan sawah juga dapat dilakukan pada bekas pertanaman padi jajar legowo 40 cm x 20 cm x15 cm yaitu ditanam di sekitar tunggul jerami. Kedelai sebaiknya ditanam tidak lebih dari 7 hari setelah tanaman padi dipanen. Hal ini dilakukan untuk menghindari serangan hama dan penyakit serta kekurangan air.

c. Pada lahan bekas tanaman padi, untuk menekan gulma, serangan lalat kacang dan mempertahankan kelembaban tanah, gunakan jerami padi sejumlah 5 ton/ha sebagai mulsa dengan cara dihamparkan setelah penanaman benih.

d. Penyulaman pada umur 10-15 hari setelah tanam.

3. Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik. Pupuk kandang diberikan sebagai pupuk dasar yang diberikan sebelum penanaman dengan dosis 2000 kg/ha. Dosis pupuk untuk kedelai adalah 50 kg/ha urea, dan 300 Kg/ha NPK Ponska. Pemupukan dilakukan dengan mencampur semua pupuk menjadi satu, kemudian dibuat larikan dekat barisan tanaman (+ 5 cm dari batang tanaman dengan kedalaman 5-7 cm), pupuk ditabur dalam larikan kemudian ditutup lagi dengan tanah. Untuk pemupukan kedua disesuaikan dengan kondisi tajuk tanaman.

4. Penyiangan

a. Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan  cangkul atau dicabuti atau disemprot herbisida.

b. Pengendalian gulma secara kimia dengan herbisida pra-tumbuh diaplikasikan 1 sampai 3 hari sebelum tanam. Untuk herbisida pasca tumbuh dilakukan secara hati–hati dengan penyemprotan menggunakan tudung nozzle agar tidak mengenai daun kedelai.

c. Pembumbunan, dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan pembuatan saluran atau setelah pemupukan kedua (35 HST) bersamaan dengan penyiangan kedua secara mekanis.

d. Pembumbunan dengan cara meninggikan tanah disekeliling deretan tanaman kedelai membentuk suatu guludan dengan tinggi sekitar 6-16 cm. Selain mengendalikan gulma, pembumbunan bertujuan untuk menggemburkan tanah sehingga mendorong perkembangan akar kedelai dan mencegah rebahnya tanaman.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

a.  Pemanfaatan musuh alami dengan cara menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan perkembangan musuh alami.

b.  Pengendalian fisik dan mekanik dapat dilakukan dengan mengambil kelompok telur dan membunuh larva hama atau imagonya atau mengambil tanaman yang sakit.

c. Pengelolaan ekosistem

6. Panen dan Pasca Panen

a.  Panen dilakukan apabila 95% polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan.

b.  Panen dapat dimulai pada pukul 09.00 pagi, pada saat air embun sudah hilang.

  1. Panen dilakukan dengan memotong pangkal batang dengan sabit. Hindari pemanenan dengan cara mencabut tanaman.

d.  Hasil panenan ini segera dijemur kemudian dikupas dengan thresher atau pemukul.

e.  Brangkasan tanaman (hasil panenan) dikumpulkan di tempat yang kering dan diberi alas terpal/plastik.

  1. Butir biji dipisahkan dari kotoran/sisa kulit polong dan dijemur kembali hingga kadar air biji mencapai 10–12% saat disimpan.

g.  Untuk keperluan benih, biji kedelai perlu dikeringkan lagi hingga kadar airnya 9–10%, kemudian disimpan dalam kantong plastik tebal atau dua lapis kantong plastik tipis.

h.  Penyimpanan untuk tujuan konsumsi, biji yang sudah kering dan bersih cukup dimasukkan dalam karung plastik (bekas pupuk, beras dll) dan disimpan di tempat kering.

Sumber: Petunjuk Teknis Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Di Antara Tegakan Kelapa dengan Introduksi Kedelai BPTP Maluku Utara; Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai di Kabupaten Halmahera Timur BPTP Maluku Utara.