Written by bptpmalut Hits: 259

 

Jailolo – Sekitar 50% penduduk Halmahera barat bekerja di sektor pertanian. Tidak heran jika kontribusi pertanian terhadap perekonomian daerah (PDRB) tertinggi hampir 40%. Meskipun demikian laju pertumbuhannya relatif melambat 3-4% per tahun dibawah laju rata2x PDRB daerah yaitu 5%, karena beberapa program pembangunan pertanian yang digulirkan kurang mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat petani. Dampaknya tingkat keberlanjutan program masih rendah. Beberapa faktor penghambat yang perlu segera diselesaikan adalah mindset atau cara berpikir petani serta jenis inovasi teknologi yang diperlukan. Demikian beberapa isu yang mengemuka saat coffee morning antara Kepala BPTP Malut, Dr. Abdul Wahab dengan Wakil Bupati Halmahera Barat, Ahmad Zakir Mando, disela-sela penyaluran bantuan pangan Kementerian Pertanian bagi 550 rumah tangga petani Halmahera barat di Jailolo, Rabu (17/6/2020).

Kultur masyarakat Halmahera barat adalah petani pekebun dengan komoditi utama pala, cengkeh, dan kelapa. Untuk tanaman pangan didominasi oleh petani lahan kering dengan komoditi utama padi ladang, jagung, ubi kayu, dan pisang. Luas tanam padi ladang sekitar 4300 ha atau 80% dari total luas tanam padi. Oleh karena itu kedepan perlu dirancang bentuk teknologi yang memiliki daya ungkit terhadap peningkatan produktivitas lahan dan tanaman serta daya tarik pasar.

Setelah silaturahmi dengan Wakil Bupati Halbar, Kepala BPTP Malut, Dr. Abdul Wahab melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kepala Dinas Pertanian Kab. Halbar, Totary Balatjai. Pada kesempatan tersebut, Kadistan Halbar menyampaikan terima kasih kepada BPTP atas diseminasi varietas unggul baru padi ladang Rindang 2 Agritan yang saat ini memiliki performa yang bagus. Rindang 2 merupakan padi ladang yang dilepas tahun 2017, yang diseleksi dari varietas Batutegi dan Memberamo dengan tekstur nasi pulen, produktivitas tinggi dan memiliki umur panen 113 hari atau lebih cepat 60 hari dibandingkan varietas lokal. Diakhir pertemuan, Abdul Wahab menyampaikan siap mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pembangunan pertanian di Halbar. Selain introduksi varietas unggul baru, pihaknya melalui kegiatan pengelolaan Sumebrdaya Genetik juga telah mengeksplorasi potensi varietas unggul lokal yang banyak ditanam petani, digemari masyarakat dan punya potensi untuk dikembangkan seperti Kayeli padi Turi, Goro-goro, Pulo lenso, dan Aralaha.