JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sofifi - Maluku Utara belum memiliki kebun induk pala. Salah satu syarat membangun kebun induk pala adalah design kebun memenuhi standar komposisi yang ideal dengan perbandingan pala jantan dan betina minimal 1:20. Untuk memenuhi standar tersebut, maka bibit yang digunakan harus dari perbanyakan vegetatif agar bisa dipastikan jenis pala jantan dan betinanya serta memiliki sifat genetik sama dengan induknya.

Berdasarkan hasil kajian sementara, perbanyakan pala melalui sambung pucuk (epicotyl grafting) memiliki tingkat keberhasilan >70%. Epicotyl adalah tunas embriotik di atas kotiledon.

Ada 3 faktor utama dalam epicotyl grafting, yaitu penyiapan batang bawah, pengambilan entres, dan teknik penyambungan.
Batang bawah berumur 20-30 hari diperoleh dari perbanyakan biji yang memiliki perakaran yang baik, kokoh, daya adaptasi terhadap cekaman biotik dan abiotik.

Batang atas (entres) diambil dari Pohon Induk Terpilih (PIT) dari varietas unggul yang sudah dilepas, seperti Ternate-1. Entres dipilih yang kulitnya masih hijau, bentuk cabang lurus, cabang kulit tebal serta letak antar daun agak berjauhan.

Penyambungan dilakukan diatas kotiledon. Penyambungan di bagian tunas embriotik ini dengan tujuan agar penyembuhan luka cepat dan kalus cepat terbentuk sehingga batang atas dan bawah cepat menyatu. Daun pada batang bawah dihilangkan semua.

Menurut Dr. Wawan Sulistiono, peneliti BPTP Maluku Utara, kunci keberhasilan epicotyl grafting adalah lokasi penyambungan sebaiknya dekat dengan sumber entres, penggunaan pisau sambung anti karat, proses pembelahan batang bawah bentuk V dan penyayatan batang atas pada kedua sisinya, lilitan penyambungan tidak kendor, penyiraman setelah penyambungan, dan memasang sungkup plastik pada tanaman hasil sambungan serta disegel.

Indikasi keberhasilan akan terlihat setelah 3-4 minggu penyambungan, kondisi batang atas/entres masih berwarna hijau dan serta tunas sudah mulai tumbuh menjadi calon daun.