JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение


Cengkeh (Syzygium aromaticum L. Merr & Perry) di Maluku Utara terdiri dari beberapa jenis tetapi baru satu yang telah dilepas sebagai varietas nasional yaitu cengkih Afo. Keanekaragaman cengkih dapat dievaluasi berdasarkan pengamatan karakteristik morfologi tanaman dan melalui uji marka molekuler di laboratorium.

Cengkih yang tumbuh di Pulau Bacan juga ada berbagai macam yang sebagian besarnya merupakan jenis introduksi seperti Afo, Zansibar dan lain-lain. Jenis cengkih unggul lokal Pulau Bacan yaitu Sibela Bunga Cengkih (SBC) tentunya memiliki karakteristik tersendiri yang menjadikannya berbeda dengan cengkih lainnya.

Menurut Pool et al. (1986), pengelompokkan cengkih didasarkan atas 35 sifat morfologi yang terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu cengkeh budi daya, cengkeh asli Maluku dan cengkeh liar. Cengkeh asli Maluku terdiri atas ceng-keh AFO I, AFO II, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air Mata, Dokiri, Daun Buntal, dan lain-lain. Cengkih budidaya dikenal empat jenis, yaitu Zanzibar, Siputih, Sikotok, dan Ambon. Cengkeh liar, yaitu Raja, Amahasu, Haria Gunung, Sibela, Indari, dan Cengkeh hutan Bogor. Jadi, Sibela merupakan jenis cengkih liar asli Maluku, bukan termasuk cengkih budidaya atau introduksi.

Kegiatan karakterisasi cengkih unggul lokal SBC dilakukan oleh tim peneliti BPTP Malut. Karakteristik cengkih ini yaitu memiliki tinggi pohon dewasa lebih 12 m dengan tajuk berbentuk silindris. Karakteristik morfologi cengkih Sibela masih perlu untuk dilengkapi sehingga dapat digunakan sebagai data dan infromasi dalam merancang varietas baru.