JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

  


 

Petani Kelapa di Maluku Utara masih mengalami keterbatasan dalam menghasilkan produk olahan kelapa. Saat ini, kopra merupakan produk utama olahan kelapa dan sebagian kecil petani menjual dalam bentuk segar (kelapa muda). Peningkatan nilai tambah kelapa terus dilakukan dengan inovasi produk kelapa yang bernilai ekonomis. Inovasi produk yang dihasilkan oleh BPTP Maluku Utara terkait olahan kelapa antara lain kopra putih, asap cair yang digunakan untuk biopestisida, dan arang tempurung.

Produk lain yang dihasilkan berupa selai lembaran dan pemanfaatan air kelapa untuk pembuatan sirup.Kegiatan pendampingan Kawasan Pertanian di Desa Sukamaju, Kec. Tobelo Barat, Halmahera Utara melakukan pendampingan pembuatan arang tempurung kelapa sebagai salah satu peningkatan nilai tambah produk kelapa dan memberikan tambahan penghasilan bagi petani kelapa. Saat ini, pemanfaatan arang tempurung kelapa di Desa Sukamaju sangat prospektif sebagai peluang usaha.

Selama ini petani lebih banyak memanfaatkan limbah kelapa (gonofu) sebagai bahan bakar pembuatan kopra atau dibiarkan. Namun, seiring dengan harga pasar arang yang semakin tinggi (Rp. 6200/kg), sekarang petani di Desa Sukamaju, Halmahera Utara memilih mengolah gonofu menjadi arang tempurung. Rata-rata dari setiap kali panen setara 2 ton kopra, dihasilkan 380-400 kg arang tempurung dari gonofu yang dimanfaatkan tersebut. Petani mendapatkan tambahan penghasilan rata-rata sebesar Rp. 2.280.000 – Rp. 2.480.000 setiap panen kelapa.