JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

                                                             
 

   (Oleh: Roni Hidayat, SST./Penyuluh Pertanian Pertama) 

  Tanaman buah naga merupakan tanaman yang termasuk kedalam keluarga kaktus (Cactaceae). Tanaman yang  mulai populer di Indonesia pada tahun 2000 ini bukan asli tanaman Indonesia, melainkan asli dari negara Meksiko. Sebutan lain buah ini adalah Thang Loy (Vietnam), Keaw Mang Kheon (Thailand), Pitahaya (Meksiko) dan Dragon fruit sebutan umumnya. Ada berbagai jenis dari buah naga di Indonesia, diantaranya : Buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), Buah naga daging putih (Hylocereus undatus), Buah naga daging hitam  (Hylocereus costaricensis), Buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis), dan Buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).

Syarat Tumbuh

      Secara umum buah naga dapat tumbuh dengan baik didaerah kering dan berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Suhu rata-rata yang yang dikehendaki untuk tanaman ini berkisar 20°C - 30°C dengan suhu maksimum 38°C - 40°C. Buah naga akan tumbuh optimal didaerah dengan ketinggian hingga 800 mdpl, cukup mendapat sinar matahari, aerase tanah yang baik dengan derajat keasaman tanah pHk6,5 – 7.

Pemilihan & Perbanyakan Bibit

    Perbanyakan tanaman buah naga secara umum dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan stek. Perbanyakan tanaman menggunakan biji umumnya hanya digunakan untuk pemuliaan. Beberapa tips pemilihan stek dan cara perbanyakan tanaman buah naga diantaranya:

  • Pilih bibit yang berasal dari cabang tanaman yang cukup tua & berwarna hijau tua
  • Diameter cabang yang dipilih minimal 8 cm
  • Dipilih dari cabang yang sudah pernah berbuah
  • Potong cabang tanaman terpilih 20 cm – 30 cm
  • Potongan cabang/stek yang sudah dipotong, kemudian bisa direndam pangkal bawahnya menggunakan air kelapa untuk mempercepat pertumbuhan akar.
  • Potongan cabang disemai pada bedeng pembibitan menggunakan polybag
  • Media tumbuh yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1
  • Bila perakaran sudah kuat dan tunas telah tumbuh dengan baik (tinggi ± 50 cm) bibit sudah siap ditanam dilahan
  • Dilakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan

                               

Persiapan Lahan & Penanaman

      Tanaman buah naga merupakan tanaman yang mebutuhkan tiang panjatan. Tiang panjatan yang digunakan dapat berupa tanaman hidup (kedondong pagar, gamal, dll), kayu atau tiang beton (umum digunakan). Pada prinsipnya tiang panjat yang digunakan haruslah kuat, kokoh dan tahan lama. Apabila menggunakan tiang beton, secara umum dapat menggunakan tiang beton ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 m- 2,5 m dan ditanam ± 50 cm. Setelah tiang beton telah berdiri dengan kokoh, pada bagian atas tiang dipasang lingkaran dengan diameter ± 40 cm – 50 cm, lingkaran dapat berbahan dari apa saja dengan pertimbangan bahan tersebut kuat dan kokoh untuk menahan cabang-cabang tanaman.

      Penanaman buah naga dapat dilakukan apabila tiang panjat maupun bibit sudah siap. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah ukuran 2 m – 3 m x 2,5 m – 4 m, atau dapat menyesuaikan dengan luasan lahan. Setiap tiang panjat dapat ditanam 2 -4 bibit tanaman. Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam ± 20 cm – 30 cm dan jumlahnya bisa disesuiakan dengan jumlah bibit yang akan ditanam. Penambahan pupuk kandang juga sangat penting, pupuk kandang dapat diaplikasikan disetiap lubang tanam. Setelah itu tanam bibit berupa stek sedalam ± 5 cm – 10 cm, lalu timbun menggunakan tanah dan tak lupa untuk mengikat stek yang telah ditanam tersbut dengan tiang panjat, agar bibit bisa tumbuh optimal.

Pemupukan & Pemangkasan

      Pemupukan pada tanaman buah naga sebaiknya dikakukan berdasarkan kondisi kesuburan tanah, umur tanaman, dan fase perkembangan. Selama fase vegetatif, dapat diberikan pupuk NPK (15:15:15) sebanyak 50 gr – 100 gr pada setiap tiang , dengan interval 4 – 5 minggu. Setelah tanaman mulai berbunga/produktif, dapat dilakukan pemupukan tambahan dengan pupuk yang mengandung phospat (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi ditambah dengan unsur mikro. Tak hanya menggunakan pupuk kimia, pupuk kandang juga dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan, sebanyak 10 kg – 20 kg per tiang tanaman.

      Tidak hanya dipupuk, tanaman buah naga juga perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan tanaman dilakukan pada batang utama (primer) setelah ketinggianya melebihi tinggi tiang panjatnya (> 2 meter). Dari pemangkasan batang utama tersebut, kemudian ditumbuhkan 2 cabang sekunder, dan setiap cabang sekunder ditumbuhkan kembali 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi. Pemangkasan dapat dilakukan pada cabang tanaman yang rusak, sakit, pertumbuhanya yang tidak normal, cabang tua dan cabang yang sudah tidak produktif. 

Pengendalian Hama & Penyakit Utama

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman buah naga sangat penting dilakukan. Beberapa hama utama yang sering menyerang tanaman buah naga, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hama Kutu Putih

   Gejala serangan hama kutu putih dapat dijumpai pada buah/sisik buah dan juga pada sulur tanaman (lebih banyak ditemukan pada sulur yang kurang terkena sinar matahari langsung), biasanya akan terbentuk lapisan lilin berwarna putih yang juga dapat mengundang semut hitam. Upaya pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan memastikan seluruh bagian tanaman terkena sinar matahari secara langsung.

                        

2. Hama Kutu Daun    

Kutu daun sebagai hama yang sering menyerang tanaman buah naga biasa ditemukan pada sisik buah dan kelopak bunga, bagian yang terkena kutu ini biasanya menguning, membuat buah mengerut dan mengering serta mengundang hama semut. Pengendalian hama ini dapat juga dilakukan dengan memastikan seluruh bagian tanaman terkena sinar matahari langsung.
  

2. Hama Semut 

Hama semut sering membuat sarang di buah naga yang menyebabkan buah menjadi berlubang dan berwarna hitam sehingga tampilanya menjadi kurang menarik dan tidak layak jual. Pengendalian hama semut cukup efektif  dilakukan menggunakan kapur anti serangga.


      Tak hanya serangan hama, ada beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman buah naga. Penyakit tersebut diantaranya adalah busuk batang pada bagian bawah/pangkal batang dengan warna kuning/coklet, penyakit busuk lunak pada tepi batang dengan warna kuning dan coklat, penyakit busuk cabang produktif, busuk ujung batang, busuk batang bercak kuning (seperti antraknose) dan bercak batang bercak kuning dan coklat. Penyakit busuk batang biaa disebabkan oleh cendawan (Fusarium sp.) sedangkan bercak batang biasa disebabkan oleh cendawan (Collelotrichum sp.).Untuk pengendalianya dapat dilakukan dengan Membuang/mengorek bagian batang yang busuk sampai yang berkayu, lalu dibersihkan, kemudian diolesi dengan pasta fungisida (Mancebo, Propamocarb,HCI, Propineb, benomoli, dll). Bila muncul gejala kekuningan pada pangkal batang, maka segera dilakukan penyemprotan pada seluruh batang dan diutamakan pada pangkal batang yang terserang.     

  

Bunga & Penyerbukan

                                       

     Tanaman buah naga mulai berbungan dan berbuah pertama kali pada umur 8 – 10 bulan setelah tanam. Bunga tanaman buah naga akan mekar maksimal pada malam hari, keunikan bungan buah naga adalah posisi kepala putik (bunga betina) lebih tinggi dibandingkan benang sari nya (bunga jantan). Proses penyerbukan pada bunga buah naga, intinya sama dengan bunga tanaman lain yaitu mempertemukan serbuk sari dan putik. Secara alami, penyerbukan biasanya dibantu oleh serangga, namun untuk meningkatkan keberhasilan penyerbukan buah naga, penyerbukanya dapat dibantu manusia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila melakukan penyerbukan bunga buah naga secara manual:  
  1. Waktu terbaik untuk melakukan penyerbukan adalah ketika mahkota bunga sudah mekar sempurna. Penyerbukan sebelum bunga mekar kurang bagus hasilnya, lebih baik dilakukan saat bunga sudah mekar beberapa waktu ( kuntum bungan mulai menutup ) hasilnya lebih bagus daripada diserbukkan sebelum bunga mekar sempurna.
  2. Hati-hati saat mengoleskan serbuk sari pada putik, jangan sampai tangkai putik patah akibat gerakan yang terlalu keras. Ini akan menyebabkan gagalnya penyerbukan.
  3. Bagi anda pemula, sebaiknya menggunakan kuas bersih dan kering untuk mengoleskan serbuk sari ke putik. Meskipun bisa dilakukan dengan jari tangan, tetapi tangan yang berkeringat, basah, atau tidak bersih bisa mengakibatkan gagalnya penyerbukan.
  4. Untuk kuntum bunga yang menghadap keatas, setelah anda melakukan penyerbukan sebaiknya di beri kerodong untuk mencegah terkena air hujan langsung, meskipun banyak juga yang tidak dikerodong,penyerbukan tetap berhasil.
  5. Serbuk sari bisa digunakan untuk di oleskan pada putik bunga lain, biasanya dilakukan untuk penyilangan dua jenis buah naga.

 

Panen

Pemanenan buah naga dapat dilakukan pada buah yang memiliki ciri-warna kulit merah mengkilap, jumbai/sisik berubah warna hijau menjadi kemerahan. Panen dapat dilakukan pada 30 – 40 hari setelah muncul bunga. Untuk memudahkan saat panen, sebaiknya panen dilakukan menggunakan gunting dengan memotong bagiatn tangkai buah. Umur produktif tanaman buah naga berumur 15 – 20 tahun. Dengan melakukan perawatan yang baik, tanaman buah naga dapat berproduksi sepanjang tahun.