JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

 

     BPTP Maluku Utara dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 16/Permentan/OT.140/3/2006 tanggal 1 Maret 2006. BPTP Maluku Utara merupakan satu-satunya Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat yang ada di Provinsi Maluku Utara. Instansi ini merupakan perpanjangan tangan dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian yang ada di daerah Maluku Utara. 

     BPTP Maluku Utara memiliki kewenangan untuk melaksanakan penelitian dan pengkajian teknologi serta  pengembangan teknologi pertanian spesifik lokasi di wilayah kerja Provinsi Maluku Utara.  BPTP Maluku Utara mendorong perubahan paradigma pengkajian dan pengembangan pertanian yang tidak lagi berorientasi pada sub-sektor tertentu,  tetapi lebih pada pengembangan agribisnis berbasis industri pedesaan di wilayah pengembangan/agroekologi Maluku Utara.  

     Berlimpahnya sumberdaya alam, terbatasnya sumberdaya manusia, dan  pasar yang sangat kompetitif  mendorong BPTP Maluku Utara untuk ikut andil dalam pembangunan pertanian di Maluku Utara. BPTP Maluku Utara menerapkan inovasi teknologi yang mampu memacu pertumbuhan produksi dan produktivitas yang sekaligus meningkatkan daya saing. Inovasi teknologi yang dimaksud tidak saja diperlukan dalam pengembangan produk untuk peningkatan nilai tambah, tetapi juga untuk diversifikasi produk.

 

5 Februari 2003

Embrio BPTP Maluku Utara pertama kali terbentuk dimulai dengan adanya Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian (P2TP) di Maluku Utara.  Proyek ini mengiringi pembentukan Maluku Utara menjadi provinsi baru pada tahun 2003.  Proyek P2TP masih ditangani langsung dari Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BP2TP).  P2TP dikuatkan dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 84/Kpts/KU.510/1/2004 tentang Penetapan Pemimpin Proyek/Bagian Proyek/Bendahara Proyek/Bagian Proyek dan Atasan Langsung Pemimpin Proyek/Bagian Proyek dalam Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Tahun Anggaran 2003.  Keputusan tersebut ditetapkan tanggal 5 Februari 2003. Ada 4 kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2003, yaitu : (1) Pengkajian Teknologi Pengendalian Hama Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros) di Maluku Utara, (2) Pengkajian Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) (Conopomorpha cramella Shell), (3) Visitor Plot Komoditas Perkebunan dan Tanaman Sela di Bacan, Halmahera Selatan, dan ( 4) Ekspose dan Penyusunan Program Litkaji di Maluku Utara. Kemudian pada tahun 2004, P2TP dilanjutkan dengan meneruskan kegiatan ke-1 dan ke-2 di atas ditambah kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Sejak tahun 2003 Kebun Percobaan Bacan diserahkan dari BPTP Maluku kepada P2TP Maluku Utara.

17 Februari 2005

Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian berakhir kemudian Satuan Kerja Pengkajian Teknologi Pertanian (Satker PTP) Maluku Utara dibentuk dengan keputusan Menteri Pertanian No. 47/Kpts/KU.510/2/2005 tentang Penetapan Satuan Kerja Sementara dan Pejabat Fungsional Bendahara Penerima Serta Atasan Langsung Pemimpin Satuan Kerja dalam Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Tahun Anggaran 2005. Keputusan tersebut ditetapkan tanggal 17 Februari 2005. Satker PTP Maluku Utara berada di bawah BP2TP. Ada 3 kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2005, yaitu : (1) Pengkajian Sistem Usahatani Berwawasan Agribisnis di Lahan Sawah, (2) Perwilayahan Komoditas Pertanian Unggulan Berdasarkan Zona Agroekologi (ZAE) Skala 1:50000, dan (3) Baseline studi untuk Menentukan Inovasi Teknologi di Lahan Sawah dan Lahan Kering.

1 Maret 2006

Sejak tanggal 1 Maret 2006 Satker PTP Maluku Utara berakhir dengan pembentukan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 16/Permentan/OT.140/3/2006 tanggal 1 Maret 2006. BPTP Maluku Utara berada di bawah Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP).

21 September 2009

Sekitar dua tahun lamanya Dr. I Made Jana Mejaya, MSc. telah menjabat sebagai kepala BPTP Maluku Utara yang pertama.  Sebuah balai yang baru dibentuk membutuhkan personalia dan pemimpin yang kuat.  Dengan demikian sudah terbukti BPTP Maluku Utara semakin eksis baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.  Secara resmi kepemimpinan diserahkan oleh Dr. I Made Jana Mejaya, MSc. untuk diterima oleh Dr. Haris Syahbuddin, DEA selaku Kepala BPTP Maluku Utara yang baru pada tanggal 21 September 2009.

24 Januari 2009

BPTP Maluku Utara menjadi ikon pembaharuan di Maluku Utara.  Pada saat rencana perpindahan kantor Gubernur Maluku Utara belum dilaksanakan, BPTP Maluku Utara sudah berani mengambil langkah untuk pindah dari kantor sementara di Kota Ternate menyeberang laut Halmahera menuju Kota Sofifi di Pulau Halmahera.  Sofifi adalah suatu daerah yang belum padat penduduknya dan direncanakan menjadi ibukota Provinsi Maluku Utara.  Perpindahan kantor BPTP Maluku Utara adalah pada hari Sabtu, 24 Januari 2009.

Perpindahan kantor BPTP Maluku Utara terlaksana atas inisiasi Kepala Balai,  Dr.  Haris Syahbuddin, DEA dengan prinsipnya "pindah hari ini atau tahun depan akan sama rasanya, justru pindah lebih awal akan mendapatkan kelebihan lebih dahulu beradaptasi dengan lingkungan dan suasana yang baru".  Perpindahan kantor dikomandani oleh Heru Ponco Wardono, SPt.  Perpindahan dilakukan dengan menggunakan 4 truk sedang melalui kapal ferry.

18 Januari 2010

Setelah 1 tahun kantor berada disofifi, BPTP Maluku Utara melakukan upacara perdana pada tanggal 18 Januari 2010.  Upacara ini dilandasi dengan adanya Surat Edaran dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian dan lapangan upacara telah siap digunakan.  Persiapan pelaksanaan upacara relatif singkat hanya 1 malam, tetapi upacara tersebut dapat dirasakan hikmat, tertib, dan teratur.  Upacara perdana ini dilatih dan dipimpin oleh Agus Hadiarto, SP.  Upacara ini dihadiri oleh Kepala Balai yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Pengibar Bendera terdiri dari Yopi Saleh SP., Ahmad Yunan Arifin MSi., dan Yayat Hidayat, SP.  Lubna Baguna, SP. sebagai Protokol, Rohani Umanailo sebagai  Pembaca Pembukaan UUD 1945, Hakim Ode Ramida sebagai Pembaca Panca Prasetya Korpri, Musa Waraiya, SPt. sebagai Pemimpin Doa, dan Ulfa Majid, STP. sebagai Dirigen, serta Komarudin sebagai Ajudan Pembina Upacara.

3 Januari 2011

Setelah lebih dari 2 tahun kantor dipimpin dan dibina oleh Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA.,  BPTP Maluku Utara memiliki pimpinan yang baru lagi, yaitu Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, M.Si  yang telah dilantik oleh Dr. Haryono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada tanggal 3 Januari 2011 di Ruang Aula Kantor Badan Litbang Pertanian.  Sehingga sudah ada 3 kepemimpinan di BPTP Maluku Utara.  Dr. I Made Jana Mejaya, MSc. pernah menjadi Kepala BPTP Maluku Utara yang pertama pada tanggal ini telah dilantik menjadi Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang, Jawa Barat, kemudian Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA dilantik menjadi Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Kalimantan Selatan.  Dua kepemimpinan sebelumnya telah menorehkan sejarah di BPTP Maluku Utara dengan membangun sistem kinerja, kepegawaian, administrasi keuangan, dan produktivitas SDM Pertanian.  Bravo BPTP Maluku Utara semakin maju kedepan menjadi ikon pembangunan pertanian di wilayah Timur Indonesia.

14 September 2012

Untuk pertama kali BPTP Maluku Utara dikunjungi oleh seorang Menteri Pertanian.  Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Suswono, MMA. mengunjungi Maluku Utara dalam rangka menghadiri acara Sail Indonesia Morotai 2012 bersama dengan Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudoyono.  Menteri Pertanian pertama kali mengunjungi Kelurahan Sasa, dimana lokasi ini terdapat 2 kegiatan BPTP Maluku Utara, yaitu kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kota Ternate.  Kedua kegiatan tersebut dinilai sukses dan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

22 Agustus 2013

Setelah lebih 2 tahun menahkodai BPTP Maluku Utara, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi akhirnya mutasi menjadi Kepala BPTP Jawa Tengah. Nahkoda baru BPTP Maluku Utara yang baru adalah seorang peneliti madya bidang sumberdaya lahan dari BPTP Maluku, Dr. Andriko Noto Susanto, SP. MP. Banyak sekali legacy yang ditinggalkan oleh Bapak Moh. Ismail Wahab terutama dalam perbaikan infrastruktur kantor. 

8 Maret 2016

Setelah memimpin selama 2 tahun 6 bulan, akhirnya Dr. Andriko Noto Susanto, SP. MP dimutasi menjadi Kepala BPTP Sumatera Utara. Tongkat komando BPTP Maluku Utara dilanjutkan oleh Dr. Ir. Bram Brahmantiyo, MSi.,  peneliti madya bidang Pemuliaan dan Genetika Ternak asal Balai Penelitian Ternak, Ciawi. Selama kepemimpinan Bapak Andriko Noto Susanto, jejaring kerjasama BPTP dengan pihak luar semakin meluas. BPTP Malut semakin dikenal tidak hanya oleh civitas pertanian namun hasil teknologi, rekomendasi, produk dan SDM BPTP banyak dimanfaatkan oleh pihak perbankan, Kementerian Hukum dan HAM, TNI, POLRI, dan universitas.  

18 Mei 2020

Layaknya organisasi modern, pergantian pimpinan merupakan keniscayaan untuk penyegaran, menjaga marwah dan semangat organisasi. Begitu juga di BPTP Malut, setelah memimpin institusi ini selama 4 tahun 1 bulan, akhirnya masa jabatan Bapak Dr. Ir. Bram Brahmantiyo, MSi berakhir. Bapak Bram Brahmantiyo dimutasi kembali ke jabatan fungsional peneliti madya di Balitnak Ciawi. Telah banyak legacy yang ditinggalkan Bapak Bram, saah satunya adalah beliau berhasi merevitalisasi fungsi dan infrastruktur Kebun Percobaan Bacan menjadi Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Bacan.  Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diserahkan kepada Bapak Dr. Abdul Wahab, SP. MP. peneliti madya dari BPTP Sulawesi Tenggara.